Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan pesilat kena tilang dan harus melaksanakan pembinaan oleh Polrestabes Surabaya, Sabtu (22/07/2023) dini hari. Salah satu pesilat yang kena tilang menangis ketika sepeda motor satu-satunya disita oleh petugas Satlantas Polrestabes Surabaya.
Ardi salah satu pesilat mengatakan ia baru saja menghadiri pengesahan warga baru di Sidoarjo. Total ada 978 siswa baru dari Sidoarjo dan Surabaya yang disahkan. Mereka lantas hendak melakukan konvoi di kota Surabaya.
“Rumah saya di Sepanjang, tapi tadi mau masuk Surabaya untuk konvoi,” ujar Ardi ketika diwawancarai Beritajatim.com di lokasi kejadian.
Ardi ditangkap bersama dengan puluhan pesilat lainnya. Dengan bendera dan kaos hitam, ia dipaksa untuk menjalani pembinaan di lokasi. Selain itu, satu-satunya motor milik Ardi harus disita oleh petugas kepolisian karena tidak ada STNKnya. Ia mendapatkan informasi, motor baru bisa diambil pada Selasa (25/08/2023).
Baca Juga: Puluhan Pesilat Konvoi dari Sidoarjo Ditangkap Polrestabes Surabaya
“Saya takut dimarahi ibu mas. Itu sepeda motor cuman satu dirumah dan dibuat sehari-hari,” imbuh Ardi sambil menangis.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menjelaskan, operasi ini untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di kota Surabaya. Petugas kepolisian yang sudah mendengar akan adanya konvoi menuju Surabaya langsung melakukan penyekatan di batas kota.
“Ada ratusan petugas kepolisian dari Polsek, Polrestabes, Polda Jatim dan Brimob yang kami kerahkan untuk mengawasi perbatasan kota,” tutur Pasma.
Baca Juga: 6 Peserta Bersaing Ketat di Grand Final Battle of The Barista, Ini Daftar Juaranya
Pasma mengatakan jika sepeda motor yang disita akan dikembalikan pada bulan Agustus mendatang. Hal ini dilakukan agar para pesilat jera dan tidak berbuat macam-macam di kota Surabaya.
“Iya benar, tilangnya nanti bulan depan. Sepeda motor akan kami tahan selama sebulan untuk efek jera,” pungkas Pasma.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Puluhan pesilat konvoi dari Sidoarjo ditangkap oleh Polrestabes Surabaya, Sabtu (22/07/2023) dini hari. Mereka dicegat oleh ratusan personel gabungan dari Brimob, Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya di bundaran Waru.
Baca Juga: 5 Kecamatan Penghasil Tembakau, Cuma di Parang Magetan yang Dijual Kering Rajang
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menjelaskan bahwa operasi stasioner ini dilakukan karena adanya informasi ratusan pesilat dari Sidoarjo akan konvoi ke Surabaya. Konvoi ratusan pesilat itu usai dilakukan penerimaan siswa baru salah satu perguruan silat di Sidoarjo.
“Hari ini kami melakukan operasi stasioner untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya,” ujar Pasma Royce ketika diwawancarai Beritajatim.com di lokasi.
Operasi stasioner ini tidak dilakukan di Bundaran Waru saja. Namun di berbagai titik di kota Surabaya. Hal ini dilakukan petugas kepolisian untuk mencegah ratusan pesilat masuk kota Surabaya.
“Di Cito ini kita amankan puluhan anak muda yang tidak menggunakan helm, memakai knalpot brong, hingga mabuk,” imbuh Pasma. (ang/ian)






