Surabaya (beritajatim.com) – Kompol Fadillah, Wakasat Res Narkoba Polrestabes Surabaya adalah aktor dibalik kesuksesan penangkapan kurir narkotika jenis sabu bernama Pendik (40) awal Mei 2023 lalu. Pendik adalah kurir yang telah dua kali mengantar sabu ke Surabaya. Ia tergabung dengan jaringan narkotika Sumatera-Jawa. Salah satu jaringan yang besar di Surabaya.
“Perintah yang saya dapatkan dari Pak Kasat (AKBP Daniel Marunduri) hanya satu. Tangkap,” ujar Kompol Fadillah saat ditemui beritajatim.com, Jumat (14/7/2023).
Saat itu, ia ditugasi bersama dengan Iptu Yoyok Hadianto, Kanit I Sat Res Narkoba Polrestabes Surabaya untuk memburu TO (target operasi) di Jakarta. Dari informasi yang dikumpulkan oleh polisi, akan ada sabu masuk ke pulau Jawa dari Sumatera.
BACA JUGA:
Polrestabes Surabaya Amankan 33 Kilogram Sabu dari Sumatera
Surabaya, menjadi target pasar peredarannya. Dari data yang dihimpun oleh Kompol Fadillah dan Iptu Yoyok, ada dua nama besar yang sudah menjadi TO mereka sejak lama. Sepanjang perjalanan Surabaya-Jakarta, Kompol Fadillah dan Iptu Yoyok bertemu dengan penonton Indonesia vs Palestina. Sesekali mereka bersenda gurau tentang hasil pertandingan yang sama kuat 0-0.
Selama di Jakarta, Kompol Fadillah dan Iptu Yoyok tidak berhenti mencari informasi kapan narkotika puluhan kilogram itu datang. Mereka sempat berkeliling. Pada tanggal 21 Mei 2023, mereka mendapatkan informasi jika satu TO yang diincar tidak jadi mengantarkan narkobanya dari Sumatera ke Pulau Jawa. “Saat itu Pendik harapan satu-satunya. Karena kami malu jika pulang tidak membawa hasil,” kata Kompol Fadillah.
Selama di Jakarta, Kompol Fadillah bersama dengan Iptu Yoyok sempat istirahat. Mereka lantas mendapatkan informasi jika tersangka sudah berada di Karawang. Walaupun lelah, keduanya langsung tancap gas. Di perjalanan, Kompol Fadillah tidak berhenti menganalisa data yang sudah dikantongi terkait Pendik.
“Tersangka mempunyai 5 KTP berbeda. Dengan nama berbeda juga. Pendik check in ke hotel dengan identitasnya sendiri,” tutur Fadillah.
BACA JUGA:
Polrestabes Surabaya Tangkap Perempuan Adik-Kakak Penjual Sabu
Akpol tahun 2012 dengan perawakan tinggi itu lantas meminta Iptu Yoyok untuk siaga di sekitaran Hotel. Tanggal 25 Mei 2023 sore, Iptu Yoyok yang berjaga mendapati jika ada satu orang yang menemui Pendik dengan membawa koper hitam. Petugas tidak bisa melakukan penangkapan secara langsung karena keterbatasan wilayah.
Pada 25 Mei 2023 selepas salat Isya, Pendik berangkat ke Stasiun di Karawang. Sesuai dengan informasi yang didapat polisi, dari Karawang, Pendik akan ke Surabaya. Saat itu, Kompol Fadillah tidak mendapatkan tiket pergi ke Surabaya.
Takut buruannya lolos, ia menelepon Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri. AKBP Daniel lantas memerintahkan anggota yang ada di kantor segera bersiap-siap dan menunggu kedatangan Pendik di Surabaya. “Lalu saya bersama Pak Yoyok segera balik ke Surabaya,” tegas Kompol Fadillah.
Selanjutnya, 26 Mei 2023 sekitar pukul 05.00 dini hari, kereta Pendik datang di Surabaya. Saat itu anggota tidak mendapati Pendik turun dari kereta. Mereka mengira Pendik akan ke kota selanjutnya yaitu kota Malang. Anggota pun berkoordinasi dengan PT KAI dan mendapatkan tiket kereta.
Koper Hitam di Sela Gerbong
Ketika polisi masuk ke gerbong kereta, dua anggota Polrestabes Surabaya yang ditugaskan mendapati Pendik tertidur. Mereka segera mencari koper hitam berisi sabu yang dimaksud oleh Kompol Fadillah. Namun, polisi tidak dapat menemukan. Kereta pun berjalan ke Malang.
Selama di perjalanan, Pendik terbangun. Kompol Fadillah terus berkoordinasi. Ia juga sempat bingung ketika anggotanya yang satu gerbong dengan kurir narkoba antar pulau itu tidak melihat koper hitam berisi sabu. “Saya lalu teringat modus yang pernah saya bongkar di tempat sebelumnya. Anggota itu saya suruh cari di sela-sela sambungan antar gerbong. Kopernya ketemu di sana,” kata Fadillah dengan tertawa.
Kompol Fadillah lantas memerintahkan agar anggotanya tetap menunggu sampai di Kota Malang. Fadillah sempat menerima foto jika Pending sedang bermain judi slot. Pendik hanya sudah sedikit lega, sedikit lagi Pendik akan diborgol dan perintah AKBP Daniel Marunduri tuntas.
Pendik lantas ditangkap selangkah usai turun dari gerbong. Ia kedapatan membawa koper hitam berisi 28 kilogram sabu dan 10.000 pil ekstasi siap edar. Pendik sama sekali tidak melawan. “Di mata kami, semua yang terlibat dengan narkoba akan ‘Pendik pada waktunya’ (ditangkap seperti Pendik),” tutup Fadillah. [ang/suf]






