Hukum & Kriminal

Begal Payudara Ramai di Medsos, Polisi Selidiki

Tangkapan layar pengakuan perempuan, temannya dilecehkan, akhir-akhir ini ramai di media sosial. (Foto/Ig infoponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa hari terakhir jagad media sosial (medsos) Ponorogo diramaikan dengan pengakuan seorang perempuan, yang mengaku temannya menjadi korban pelecehan di jalan saat pulang malam hari. Dia menceritakan jika teman perempuannya tersebut diremas payudaranya oleh orang yang tidak dikenal, yang diduga dilakukan oleh seorang laki-laki.

Kejadian itu terjadi di jalan masuk Desa Winong Kecamatan Jetis. Usai melakukan pelecehan, pelaku langsung tancap gas kabur dengan sepeda motornya. Temannya mengaku tidak sempat mengejar pelaku, sebab masih shock dengan kejadian yang barusan dialaminya.

Ini pengakuan perempuan yang ramai di medsos tersebut, ” Halo min, selamat malam, ini mohon maaf nomor saya diblur ya, dan mohon untuk dishare kepada teman-teman khususnya perempuan agar lebih waspada dan berhati-hati ketika pulang malam. Jadi tadi sekitar jam 9 malam teman saya menjadi korban pelecehan di jalan (diremas payudara) oleh orang tidak dikenal (gendernya laki-laki), ketika hendak pulang di sekitar jalan Winong menuju perempatan jetis dengan mengendarai motor. Setelah itu pelaku pelecehan langsung ngebut ke arah perempatan Jetis dan menghilang karna memang teman saya tidak sempat mengejar alias masih shock. Ini posisinya teman saya memakai pakaian yang tertutup (jadi mohon untuk teman-teman tidak menyalahkan pakaian) , terimakasih min semoga bisa menjadi pelajaran”.

Wartawan beritajatim mencoba mengonfirmasi Kapolsek Jetis Iptu Edi Sucipta terkait permasalahan tersebut. Dia mengatakan jika pihaknya belum ada laporan terkait kejadian pelecehan di wilayah hukumnya. Karena belum ada laporan, pihaknya tidak mempunyai dasar untuk penyelidikan. Namun, dirinya akan melakukan kroscek dengan reskrim perihal kejadian tersebut.

“Setahu saya belum ada laporan terkait cerita pelecehan di jalan Desa Winong sampai perempatan Jetis. Tetapi coba akan saya kroscek dulu dengan reskrim dan babinsa,” katanya.

Dia mengatakan seputaran jalan yang diduga tempat pelaku melakukan pelecehan itu, kata Edi tempatnya cukup terang, ada yang gelap tapi jarang. Meski belum ada laporan, pihaknya akan intensif melakukan patroli di jam-jam rawan tersebut.

Sebagai bentuk antisipasi kejadian serupa supaya tidak terjadi lagi, Edi mengimbau jika lagi jalan harus ada teman. Minimal dua orang, jangan sendiri. Itu dilakukan untuk mengurangi niat dari pelaku. Kalau ada temannya, pelaku akan segan untuk melancarkan aksi bejatnya. Kalau sendiri kan niat pelaku akan semakin timbul.

“Kami mengimbau kepada masyarakat terutama kaum perempuan jika keluar malam tidak sendiri, harus ada teman. Dengan ada teman, pelaku bisa jadi menjadi segan untuk melancarkan aksinya,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar