Hukum & Kriminal

Awas Berakibat Gangguan Jiwa, Ini Cara Kerja Narkoba

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam narkoba terdapat tiga kandungan yakni stimulan, depresan dan halusinogen. Cara kerja narkoba tersebut mengganti neotransmitter (zat kimia yang membawa pesan) pada sel neuron pada otak hingga menyebabkan gangguan jiwa.

Dokter Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto, Dr Ghifara Zuhda menerangkan, narkoba yang mengandung zat stimulan antara lain sabu-sabu dan kokain, narkoba yang mengandung zat depresan salah satunya heroin, sedang narkoba yang mengandung zat halusinogen yakni ganja.

“Cara kerja narkoba tadi mengganti neotransmitter (zat kimia yang membawa pesan) pada sel neuron pada otak. Zat depresan dapat menekan rasa sedih, zat stimulan bisa membuat seseorang tiba-tiba senang serta meningkatkan kemampuan otak dan otot,” ungkapnya, Minggu (17/2/2019).

Sementara halusinogen membuat orang berhalusinasi. Di dalam neortransmitter terdapat dopamin, endorfin, oksitosin dan serotonin. Ke empatnya tersebut fungsinya serupa dengan zat-zat yang terkandung pada narkotika, yakni mengendalikan emosi seseorang.

“Zat narkoba menimbulkan rasa candu. Ketika sudah kecanduan, pengguna narkoba bakal menambah dosisnya. Zat narkoba mengganti endorfin, dopamin, oksitosin dan serotonin. Lama-kelamaan sel otak adaptasi dengan zat narkoba. Ke-empat ini dibuang dari neurotransmiter dan yang masuk adalah zat narkoba tersebut,” jelasnya.

Zat narkoba, bisa secara instan merubah emosi seseorang. Mulanya seseorang merasa sedih, tiba-tiba otak dipaksa untuk mengubah emosi itu menjadi senang oleh zat narkoba. Apabila seseorang penggunaan semakin kecanduan narkoba, yang terjadi otak tak bisa lagi secara ilmiah mengatur emosi.

“Sebab, neortransmitter telah diisi zat narkoba. Dampaknya, bisa mengalami gangguan jiwa. Gangguan jiwa pengguna narkoba ada tiga jenis, ringan, sedang dan berat. Gangguan jiwa ringan penderita biasanya akan mengurung diri dan tidak mau makan. Gangguan jiwa sedang mengarah ke depresi,” ujarnya.

Penderita bisa menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Untuk gangguan jiwa berat penderita akan memiliki kepribadian ganda (bipolar) dan yang paling ditakuti schizophrenia. Pengguna dapat mengalamai gangguan jiwa saat masih mengkonsumsi ataupun mengkonsumsi narkoba.

“Untuk jangka waktu pengguna narkoba bisa mengalami gangguan jiwa variatif tergantung intensitas pemakaian, kekebalan tubuh serta otak. Tapi kami harus lakukan observasi lagi terkait pengaruh kekebalan tubuh dan otak,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar