Hukum & Kriminal

Kusriyanto Tertangkap

Ada Sabu di Balik Ubi Cilembu

Kusriyanto saat diamankan petugas di Mapolsek Pabean Cantikan, Selasa (7/9/2020). [Foto/Istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Peredaran narkoba di Kota Surabaya sudah merambah ke seluruh kalangan masyarakat. Bahkan seorang pedagang keliling ubi cilembu nyambi jualan sabu-sabu. Dia adalah Kusriyanto (44), warga Jalan Donowati III.

Kanitreskrim Polsek Pabean Cantikan AKP Endri Subandrio menjelaskan, penangkapan pelaku bermula ketika petugas melakukan pengintaian. Saat itu Kusriyanto sedang menunggul calon pembeli di Jalan Darmo Permai III.

“Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 10 poket SS seberat 4,23 gram siap edar. Selain itu, petugas juga menyita 1 buah pipet kaca terdapat sisa sabu berat 1,53 gram, 1 unit HP Samsung, 1 kotak bekas tempat permen, 1 kartu ATM Bank BCA, dan 2 lembar bukti transfer,” jelasnya, Selasa (8/9/2020).

“Tersangka disela-sela menjual ubi cilembu di daerah Darmo Permai III, juga mengedarkan SS,” lanjut Kanitreskrim Polsek Pabean Cantikan.

Pengungkapan kasus ini, bermula anggota mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Darmo Permai III ada seorang pedagang ubi Cilembu nyambi mengedarkan sabu. Anggota lantas menyelidiki dengan memantau aktivitas tersangka. Ternyata informasi itu benar adanya.

Awalnya, tersangka tidak tidak mengakui perbuatannya. Namun dia tidak berkutik, saat dilakukan penggeledahan. Karena ditemukan barang bukti berupa sabu. Selanjutnya, pelaku digelandang ke rumahnya di Jalan Donowati. Kali ini, petugas kembali menemukan narkoba dan seperangkat alat isap SS tersimpan dalam kotak permen.

“Anggota menyamar sebagai pembeli ubi untuk mengelabui pelaku. Benar saja, saat dilakukan penggeledahan, terdapat sabu siap edar yang disembunyikan di balik ubi cilembu,” beber Endri.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya memperoleh sabu dari seorang narapidana di Lapas Madiun. Napi ini mengontrol Kusriyanto untuk mengambil barang secara ranjau. “Saya beli ke salah satu napi di LP Madiun,” kata Kusriyanto kepada petugas.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Pabean Cantikan guna proses penyidikan dan Pengembangan lebih lanjut. Tujuannya, untuk mengungkap sudah berapa lama dia menjadi pengedar dan bagaimana proses pemesanan SS. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar