Pacitan (beritajatim.com) — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pacitan pada Rabu dini hari (15/4/2026) memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar.
Di Kecamatan Nawangan, longsor dilaporkan terjadi di beberapa desa, diantaranya Desa Pakis Baru, Desa Mujing, dan Desa Penggung. Material longsor merusak bagian rumah warga, mulai dari dinding hingga menimpa bangunan.
Salah satu kejadian menimpa rumah milik Sunarno, warga Dusun Katosan, Desa Pakis Baru. Dinding rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.
Peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Bendar, Desa Mujing, yang menimpa rumah milik Partono. Selain merusak bagian samping rumah, longsoran tanah juga menimbun tiga unit sepeda motor. Dua diantaranya telah berhasil dievakuasi, sementara satu unit lainnya masih tertimbun material.
Sementara itu, di Desa Penggung, longsor menimpa rumah milik Suprapto dan Muh. Yakub di Dusun Sengon. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bagian bangunan rumah akibat tekanan material tanah.
Tak hanya di Nawangan, longsor juga terjadi di Kecamatan Bandar. Rumah milik Kasiyo, warga Dusun Jambu, Desa Jeruk, mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa longsoran tanah. Dinding rumah jebol, serta sebagian atap dan rangka bangunan rusak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengatakan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung cukup lama disertai angin.
“Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, wilayah Pacitan memang berpotensi mengalami hujan lebat. Kondisi ini yang kemudian memicu terjadinya longsor di beberapa titik,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini penanganan darurat masih dilakukan oleh warga bersama pemerintah desa setempat dengan melakukan kerja bakti membersihkan material longsor serta mengevakuasi barang-barang milik warga.
“Untuk sementara penanganan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Kami juga terus melakukan pemantauan dan siap melakukan langkah lanjutan jika diperlukan,” tambahnya.
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu lama.
“Warga diharapkan tetap waspada, segera mengungsi jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan atau suara gemuruh dari lereng,” pungkas Yagus. (tri/but)






