Surabaya (beritajatim.com) – Hujan gol terjadi saat Persik Kediri menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Jumat (20/2/2026) malam di Stadion Brawijaya. Laga ini berakhir untuk kemenangan Bhayangkara dengan skor 4-3.
Babak Pertama
Bhayangkara FC unggul cepat ketika babak pertama baru memasuki menit keenam. Bermula dari tangkapan tidak sempurna kiper Leo Navacchio, bola dimaksimalkan Slavko Damjanović untuk mencetak gol. Bhayangkara unggul 1-0.
Kecolongan pada awal babak membuat Persik semakin intens menekan pertahanan Bhayangkara. Apresiasi layak diberikan kepada Aqil Savik yang tampil apik di bawah mistar tim tamu.
Gol penyama Persik baru tercipta pada menit ke-33. Berawal dari kemelut di depan gawang Bhayangkara, bola muntah jatuh di kaki Kiko Carneiro. Kiko langsung melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang berhasil merobek jala gawang Bhayangkara. Skor menjadi sama kuat 1-1.
Skor imbang tidak berlangsung lama. Sebab Bhayangkara kembali unggul lewat gol Nehar Sadiki pada menit ke-38. Tandukan bek asal Makedonia Utara itu, memanfaatkan sepak pojok Ryo Matsumura, membuat Bhayangkara unggul 2-1.
Persik berusaha keras untuk mencetak gol penyama. Hanya saja segala kesempatan mereka selalu digagalkan kiper Aqil Savik. Skor 2-1 untuk keunggulan Bhayangkara bertahan hingga jeda.
Babak Kedua
Paruh kedua dibuka dengan gol penyama Persik yang dicetak oleh Jose Enrique. Ia menjebol gawang Bhayangkara ketika laga memasuki menit ke-51. Skor menjadi sama kuat 2-2.
Namun tim tamu merespons gol tersebut dengan kilat. Bhayangkara berbalik unggul 3-2 setelah Privat Mbarga mencatat namanya di papan skor pada menit ke-58. Menerima assist matang Moussa Sidibé, Privat dengan mudah mengecoh kiper Leo Navacchio.
Pertandingan ini benar-benar sangat seru. Sebab Persik berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Ernesto Gomez pada menit ke-64. Sontekan Ernesto membuat kiper Aqil Savik tak berkutik. Skor kembali imbang 3-3.
Saling serang dilakukan Persik Kediri dan Bhayangkara di sisa waktu normal babak kedua. Hanya saja, kedua tim kesulitan untuk mencetak tambahan gol hingga sepuluh menit menjelang babak kedua usai.
Ketika Persik asyik menyerang, Bhayangkara mengejutkan dengan gol Henri Doumbia pada menit ke-87. Bermula dari umpan panjang kepada Privat Mbarga, bola kemudian disodorkan kepada Henri Doumbia. Dengan mudah ia menjinakkan kiper Leo Navacchio. Bhayangkara kembali unggul 4-3.
Persik semakin sulit mengejar karena harus bermain di sisa pertandingan. Hal itu karena Kiko menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+7.
Skor 4-3 untuk kemenangan Bhayangkara bertahan hingga laga usai. (faw/ian)






