Ngawi (beritajatim.com) – Hujan deras selama sekitar 6 Jam mengguyur wilayah Ngawi pada Jumat (19/11/2022) mulai pukul 19.00 WIB.
Imbasnya, tiga desa di Kecamatan Paron, dan satu desa di Kecamatan Kwadungan, Ngawi terendam banjir. Puluhan warga lantas dievakuasi, beberapa menolak karena ingin menjaga barang milik mereka.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Agung Prasetyo membenarkan kejadian tersebut. Setidaknya untuk desa Kedungputri saja sudah sekitar 50 rumah yang terendam banjir sepaha orang dewasa.
Sementara untuk desa Katikan dan Tempuran sekitar sebetis dan semata kaki tapi air sempat memasuki rumah warga. Kini, banjir di tiga desa wilayah Kecamatan Paron itu sudah berangsur surut.
“Namun, ada puluhan warga yang memilih untuk evakuasi atau sudah mengungsi terlebih dulu sebelum dijemput petugas. Mayoritas sudah mengungsi lebih dulu,” kata Agung, Sabtu (19/11/2022)
Dia membenarkan jika warga tak semuanya mau dievakuasi. Banyak hal yang membuat mereka menolak evakuasi dari petugas diantaranya karena menjaga barang dagangan dan barang berharga berupa kendaraan bermotor.
“Sebagian warga menolak untuk evakuasi karena mengaku hendak menjaga barang berharga milik mereka. Ada yang karena punya toko dan karena ada motornya 3 unit. Air sudah berangsur surut,”lanjut Agung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
Sembari kawasan Paron surut, air kini mulai menggenangi kawasan Desa Pojok, Kwadungan. Air mulai menggenang sejak dini hari. Namun, Agung mengaku masih belum ada data lengkap terkait berapa rumah yang sudah dimasuki air. Namun, pantauan sementara Pasar Pojok sudah terendam.
“Anggota kami sudah ke lokasi untuk mengecek ke sana. Saat ini air juga sudah menggenangi jalan raya penghubung Magetan dan Ngawi atau Jalan Raya Kwadungan-Kartoharjo. Sementara kendaraan masih bisa lewat, namun ketinggian air sekitar separo ban,” kata Agung.
Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pemantauan. Dia mempersilakan warga yang ingin dievakuasi untuk segera menghubungi petugas yang ada di lapangan. Peralatannya sudah siap dan tinggal melakukan penyisiran bagi warga yang ingin dievakuasi.
Sejauh ini, menurut pemantauan dari BPBD Ngawi belum ada warga yang dilaporkan terluka, hilang, maupun meninggal imbas kejadian banjir yang melanda. Namun, dia meminta agar segera melaporkan kondisi darurat baik karena banjir atau kejadian lainnya. (fiq/ted)






