Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah mobil Daihatsu Ayla nopol S 1443 SI warna putih tertimpa pohon tumbang di halaman UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Rabu (20/8/2025).
Saat kejadian, mobil milik guru tata boga UPT BLK Mojokerto ini di parkir di depan ruangan Majapahit.
Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dibantu sejumlah relawan mengevakuasi pohon tumbang sembari menunggu petugas dari PLN datang ke lokasi. Lantaran pohon tumbang juga mengenai kabel milik PLN.
Hujan deras disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Mojokerto Raya, termasuk di UPT BLK Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Tiba-tiba pohon jenis mangga berdiameter 60 cm tersebut tumbang hingga tercabut dari akarnya dan menimpa mobil milik Martha.
Meski tak ada korban jiwa, nanya ranting dan dahan pohon menimpa atap ruang kelas tata boga yang saat kejadian dalam proses belajar mengajar.
Aktivitas belajar mengajar pun terhenti namun peserta pelatihan dan guru-guru yang ada tak bisa berbuat banyak karena kondisi masih hujan angin.
Salah satu peserta pelatihan, Anita Wahyuni mengatakan. jika tiba-tiba terjadi angin kencang saat hujan deras. “Pintu kelas TKR Kecantikan ini buka, ada suara letusan mirip petasan. Ternyata pohon tumbang itu. Menimpa mobilnya ibu instruktur tata boga, alhamdulillah tidak ada. Orangnya lagi mengajar,” ungkapnya.
Angin kencang terjadi sekitar 20 menit. Akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut membuat para peserta pelatihan berhampuran keluar lantaran angin masuk ke ruang kelas. Selain menimpa mobil, dahan dan ranting pohon mangga tersebut juga menimpa atap ruang kelas tata boga.
Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan UPT BLK Mojokerto, Eko Agus Putra Revin mengatakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekira pukul 15.30 WIB.
“Tadi memang hujan deras dan angin sangat kencang menyebabkan pohon ini roboh dan menimpa mobil bu Martha dan atap ruang tata boga,” tambahnya.
Masih kata Eko, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa pohon tumbang tersebut. Tak hanya pohon mangga di depan ruangan Majapahit yang tumbang, sejumlah pohon mangga lainnya juga mengalami hal serupa. Namun hanya ranting-ranting yang patah.
“Di ruang kelas ada pelatihan, banyak lebih dari 30 orang. Panik tapi tidak bisa berbuat apa-apa, semua di dalam karena posisi msih hujan. Saya juga hanya bisa melihat. Pohon lain juga ada tapi tidak sampai tumbang, hanya ranting-rantingnya yang patah,” lanjutnya.
Sejumlah pohon juga dilaporkan tumbang. Seperti di depan RRI Desa Ngrangon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto serta Jalan Raya Meri, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto. [tin/ted]






