Pamekasan (beritajatim.com) – Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro membeberkan alasan memilih dan menerapkan Rasiman sebagai pelatih kepala Laskar Sape Kerrab (julukan Madura United FC) pada putaran kedua Liga 1 2019.
Salah satunya pemilihan tersebut dilakukan karena mepetnya jadwal kompetisi yang akan segera bergulir, terlebih sebelumnya sosok Rasiman juga tercatat sebagai asisten pelatih Dejan Antonic, yang mengundurkan diri sebagai pelatih, beberapa waktu lalu.
“Kita tidak asa waktu untuk mencari pelatih baru, bahkan adaptasi gaya Dejan (Antonic) ke Rasiman saja harus diakui perlu waktu. Apalagi jika kita pilih pelatih baru,” kata Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro, Senin (9/9/2019).
[berita-terkait number=”4″ tag=”Madura-United”]
Tidak hanya itu, keberadaan Rasiman di Madura juga tercatat hampir satu tahun. Sehingga dinilai cukup mengetahui seluk beluk tim yang sempat dilatihnya bersama Dejan Antonic. “Rasiman yang sudah adaptasi lama, sekitar tujuh bulan masih perlu waktu. Kami lebih takut ada turbulensi tim jika ada pelatih baru,” ungkapnya.
Terlebih pemilihan sosok Rasiman juga tanpa kendala berarti, ditambah dengan lisensi kepelatihan yang sudah memenuhi regulasi, hingga tidak ada penolakan dari internal tim. “Tidak ada yang salah dengan Rasiman yang ditetapkan sebagai pelatih, lisensinya memenuhi dan tak ada resistensi di internal,” tegasnya.
Seperti diketahui, komposisi pelatih Madura United dipastikan lengkap pasca Coach Winaryo sebagai asisten pelatih. Masing-masing Pelatih Kepala Rasiman, Asisten Pelatih Winary, Pelatih Fisik Sansan Susanpur dan Pelatih Penjaga Gawang Kurnia Sandy.
Dari komposisi tersebut, tercatat dua nama yang baru bergabung bersama skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu, yakni asisten pelatih dan pelatih fisik. Sementara dua nama lainnya katagori lawas, yakni pelatih kepala dan pelatih kiper. [pin/but]






