Surabaya (beritajatim.com) – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Hotel Lamora yang terletak di kawasan bersejarah Kota Lama Surabaya menyiapkan konsep berbuka puasa yang unik. Mengusung kekayaan lokal wilayah Surabaya Utara, hotel ini menghadirkan perpaduan tiga budaya kuliner utama: Madura, Arab, dan Chinese dalam satu meja prasmanan.
Manager Hotel Lamora Kota Lama Surabaya, Donny Jatu Pratomo, mengungkapkan bahwa pemilihan menu tahun ini didasarkan pada otentisitas wilayah sekitar hotel.
“Kami mengambil nuansa makanan dari area Utara. Di sini ada Kampung Arab, komunitas Madura, dan pengaruh Chinese. Ketiga kategori ini kami satukan dalam paket iftar kami,” jelas Donny.
Salah satu yang menjadi primadona tahun ini adalah Nasi Goreng Kebuli dan tongseng dengan cita rasa rempah Arab yang kuat serta menu Madura otentik seperti soto Madura.. Yang menarik, Hotel Lamora menghadirkan Pak Jamal, seorang staf asli Madura yang menjadi ikon layanan karena gaya kocaknya, untuk memperkuat karakter menu lokal di hadapan tamu.
“Selain menu andalan itu juga ada sambel penyetan. Jadi semua tamu kami bisa menikmati makanan yang kami sajikan. Disamping itu kami juga tambahkan menu takjil tradisional mulai dari kue tradisional hingga gorengan,” sela Head Chef Lamora Kota Lama, Alvian.
Untuk memanjakan para pemburu takjil dan penikmat buka puasa bersama (bukber), Hotel Lamora menawarkan harga yang sangat kompetitif.
* Harga Paket: Rp105.000 per PAX untuk menu all-you-can-eat.
* Promo Khusus: Jika biasanya hotel lain menawarkan paket “Bayar 10 Dapat 11”, Hotel Lamora memberikan promo “Bayar 8 Dapat 9”.
* Target Kunjungan: Dengan strategi ini, pihak hotel optimis dapat mencapai target 1.600 kunjungan selama bulan Ramadan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 1.200 kunjungan.
Selain sektor kuliner (Food & Beverage), Hotel Lamora juga melakukan inovasi pada layanan kamar untuk menyiasati penurunan okupansi selama Ramadan yang biasanya merosot hingga 50%.
Hotel memperkenalkan konsep Stay 24 Jam, sebuah layanan menginap fleksibel di mana tamu dapat melakukan check-out di jam yang sama dengan saat check-in.
“Misal tamu check-in jam 5 sore, mereka bisa check-out jam 5 sore keesokan harinya. Ini sangat fleksibel bagi pebisnis maupun wisatawan yang datang dari pelabuhan atau pasar sekitar seperti Pasar Turi,” papar Donny.
Untuk mencapai target maksimal, Hotel Lamora juga mulai merambah pasar korporasi di daerah Perak dan sekitarnya. Sejumlah perusahaan besar di bidang logistik dan perbankan telah menjalin kerja sama untuk menyelenggarakan agenda buka puasa bersama karyawan mereka di hotel tersebut.[rea]






