Ringkasan Berita:
- Mobil Honda CR-V terbakar di Tol Jombang-Mojokerto KM 693/600 B pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 14.25 WIB.
- Pengemudi berusia 61 tahun berhasil selamat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
- Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik saat kendaraan melaju dari Gresik menuju Jakarta. Mobil mengalami kerusakan parah, sementara kerugian materiil masih dihitung.
Jombang (beritajatim.com) – Sebuah mobil Honda CR-V terbakar di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 693/600 B, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 14.25 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, tetapi kendaraan mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.
Kepala Unit (Kanit) Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim, AKP Sudirman, memastikan pengemudi kendaraan berhasil menyelamatkan diri. “Tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa ini. Pemilik kendaraan selamat,” ujar AKP Sudirman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Honda CR-V tersebut diketahui bernomor polisi W 1425 XR. Kendaraan dikemudikan oleh Saprai, laki-laki berusia 61 tahun, yang berdomisili di Sidotopo Wetan, Surabaya. Saat kejadian, pengemudi dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak ada penumpang di dalam kendaraan.
Peristiwa kebakaran bermula ketika mobil melaju dari Gresik menuju Jakarta. Saat tiba di KM 693/600 B Tol Jombang-Mojokerto, kendaraan diduga mengalami korsleting listrik yang kemudian memicu kebakaran.
Mobil tersebut akhirnya terbakar di bahu jalan tol. Berdasarkan laporan kejadian, kondisi arus lalu lintas saat itu terpantau lancar, sedangkan cuaca cerah.
Dugaan awal penyebab kebakaran adalah gangguan kelistrikan pada kendaraan. Meski demikian, penyebab tersebut masih berdasarkan analisis awal kejadian.
Selain kerusakan parah pada kendaraan, kerugian materiil lainnya, termasuk kemungkinan dampak terhadap sarana tol, masih dalam proses perhitungan. Tidak terdapat korban meninggal dunia, korban luka berat, maupun korban luka ringan dalam insiden tersebut.
“Kami imbau pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, terutama dengan memeriksa sistem kelistrikan dan komponen penting lainnya guna mengurangi risiko gangguan selama berkendara,” jelas AKP Sudirman. [suf]






