Surabaya (beritajatim.com) – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) adalah nama yang tak terpisahkan dari lanskap industri hasil tembakau Indonesia, dengan akar yang kuat di Jawa Timur. Didirikan di Surabaya pada tahun 1913 oleh Liem Seeng Tee, Sampoerna telah berkembang dari usaha kecil menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia.
Sampoerna tidak hanya dikenal karena inovasi produknya, tetapi juga karena kontribusinya yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, penyerapan tenaga kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan nilai tambah.
Kontribusi Ekonomi Sampoerna bagi Jawa Timur dan Nasional
- Penyerapan Tenaga Kerja: Sampoerna memiliki sembilan fasilitas produksi dan bermitra dengan 43 mitra produksi sigaret (MPS) di Pulau Jawa, dan 21 di antaranya berlokasi di Jawa Timur. Secara keseluruhan, Sampoerna telah menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung, yang tidak hanya mengurangi angka pengangguran tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
- Kontribusi Pajak dan Cukai: Industri hasil tembakau merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara melalui cukai dan pajak. Pada tahun 2023, setoran pajak dan cukai Sampoerna mencapai Rp 86,8 triliun.
- Dampak pada Sektor Pendukung: Keberadaan Sampoerna di Jawa Timur turut menggerakkan berbagai sektor pendukung seperti pertanian tembakau, UMKM, industri kemasan, percetakan, transportasi, logistik, dan berbagai layanan lainnya. Rantai nilai ini menciptakan efek domino ekonomi yang luas di wilayah Jawa Timur.
- Program Keberlanjutan: Sampoerna aktif menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan di Jawa Timur, termasuk pengembangan UMKM melalui Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”. Secara keseluruhan, SRC memiliki lebih dari 250.000 anggota yang mendapatkan pembinaan menyeluruh, di mana sekitar 30.000 di antaranya berada di Jawa Timur. Sementara itu, SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 97.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Keberadaan Sampoerna bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga bagian penting dari ekonomi Jawa Timur. Efek berganda dari kontribusi Sampoerna mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi daerah, dan penciptaan peluang usaha baru. Dengan komitmen yang kuat terhadap pengembangan SDM dan inovasi berkelanjutan, Sampoerna terus memberikan dampak positif yang luas, menjadikannya bagian penting dalam perekonomian nasional dan daerah. [rea/ted]






