Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengajak semua pihak terlibat (stakeholder) untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mewujudkan enam pilar transformasi kesehatan. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembina dalam apel peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023, di Halaman Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan pada Selasa (14/11/2023).
Menurut Yuhronur, keenam pilar tersebut difokuskan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2024, yang bertujuan memperbaiki sistem kesehatan di seluruh Indonesia.
“Visi mencapai Indonesia Emas 2024 adalah manusia yang sehat dan cerdas, oleh karena itu, diperlukan transformasi holistik sesuai dengan tema kesehatan nasional tahun 2023, yaitu Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju,” ungkap Yuhronur.
Enam pilar tersebut, lanjut Yuhronur, mencakup transformasi pelayanan primer sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan. Pilar kedua adalah transformasi layanan rujukan, dengan memperkuat infrastruktur, SDM, dan sarana prasarana pelayanan berbasis digital.
Pilar ketiga adalah transformasi sistem layanan ketahanan kesehatan, yang mendorong penggunaan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal. Pilar keempat melibatkan transformasi pembiayaan kesehatan, dengan fokus pada perbaikan sistem pembiayaan dan transparansi pelayanan yang efisien.
BACA JUGA:
Hadapi Tantangan Pembangunan Beragam, RAPBD 2024 Lamongan Mulai Dibahas
Pilar kelima mencakup transformasi sumber daya manusia kesehatan, untuk mencapai pemerataan tenaga kesehatan yang kompeten. Pilar terakhir adalah transformasi teknologi kesehatan, yang melibatkan pengembangan sistem informasi terintegrasi.
“Terus lakukan transformasi budaya kerja dengan menginternalisasi nilai inti ASN yang berahlak dan berkerja dengan sepenuh hati dalam melayani masyarakat,” imbau Yuhronur.
Yuhronur juga menyoroti kesehatan masyarakat yang terkait dengan pembangunan manusia, yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2022, IPM Kabupaten Lamongan mencapai angka 74,02, sementara indeks kesehatan mencapai 0,888 dengan usia harapan hidup mencapai 72,86.
“Capaian tersebut perlu ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan kesehatan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan pelayanan kesehatan holistik, integratif, dan kolaboratif, yang menjadi fokus program Lamongan Sehat,” tambahnya.
BACA JUGA:
Final KMSI Jatim Digelar di Lamongan, 2.852 Finalis Bersaing
Yuhronur menekankan pentingnya penguatan dan pembangunan jiwa yang kuat untuk mencapai transformasi kesehatan dan mencapai kejayaan Lamongan yang adil.
“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, investasi dan manajemen sumber daya manusia yang baik merupakan pilihan terbaik. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam membangun kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tandasnya.
Tidak hanya itu, dalam acara tersebut juga dilakukan penganugerahan penghargaan kepada insan kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sebagai upaya untuk mendorong kemajuan kesehatan di Lamongan. [riq/beq]






