Jember (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) memastikan stok LPG (Liquid Petroleum Gas) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih aman, di tengah terhambatnya pasokan bahan bakar dari Terminal BBM Tanjung Wangi di Kabupaten Banyuwangi.
“LPG aman. Dari kemarin sudah pengalihan untuk pengambilan LPG dari Surabaya dan Malang. Tapi kemarin kemacetan di Ketapang, Banyuwangi, sudah mulai terurai. Mudah-mudahan tidak ada kemacetan lagi,” kata Ketua Hiswanamigas Jember Ikbal Wilda Fardana, Minggu (27/7/2025).
Setelah jalur Banyuwangi-Jember di Gunung Gumitir ditutup karena ada perbaikan selama dua bulan, jalur Banyuwangi-Situbondo menjadi jalur utama transportasi darat, termasuk kendaraan pengangkut BBM dari Terminal BBM Tanjung Wangi. Terminal ini melayani pasokan BBM dan LPG di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan sebagian Lumajang. Namun jalur tersebut juga macet.
Pemindahan sumber pasokan ini tidak mempengaruhi jatah LPG untuk Jember, yakni 78 ribu tabung. “Kemacetan itu kan terjadi sebelum penutupan jalur Gumitir pada 24 Juli 2025. Pada 22-23 Juli sudah terjadi kemacetan di jalur Banyuwangi-Situbondo. Itu menghambatr pendistribusian BBM dan LPG,” kata Ikbal.
Situasi berbeda dihadapi distribusi BBM. Antrean panjang warga terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani yang berada di jalan protokol Jember, sehingga menyebabkan kemacetan. Antrean juga terjadi di banyak SPBU.
“Karena pengiriman BBM baru berjalan tadi malam. Memang untuk mengembalikan kondisi normal butuh waktu dan proses. Tentunya kita harus mengatur pembelian konsumen. SPBU jangan melayani pengecer terlebih dulu, tapi langsung ke konsumen,” kata Ikbal.
Ikbal meminta agar pemerintah mengantisipasi pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menumpuk BBM. “Sudah ads info bahwa harga BBM di pengecer tinggi., sekitar Rp 15-20 ribu per liter Jadi sebagai antisipasi, kita stop dulu pengecernya,” katanya. [wir]






