Surabaya (beritajatim.com) – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mencatat mayoritas jemaah calon haji dari Embarkasi Surabaya mengalami gangguan kesehatan berupa hipertensi pada Kamis (8/5/2025).
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa sebanyak 86 jemaah tercatat mengidap hipertensi. Selain itu, 20 orang mengalami gangguan pernapasan, 17 orang menderita diabetes, 11 orang anemia, dan 9 orang lainnya diduga mengidap tuberkulosis.
“Kebanyakan saya melihat, dari catatan kita yang ada sekarang itu hipertensi yang paling banyak kasusnya. Setiap hari kami memeriksa sekitar 70 calon haji dan rata-rata hipertensi,” jelas Rosidi.
Ia mengatakan, beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kasus hipertensi di antaranya usia lanjut dan kelelahan akibat perjalanan jauh dari daerah asal menuju Embarkasi Surabaya. “Kita tahu mungkin salah satunya mungkin apa namanya, dari jauh gitu ya, kabupaten jauh. Kemudian di sini mungkin istirahatnya kurang gitu ya, hipertensi,” ujarnya.
Selain hipertensi, sejumlah gangguan kesehatan lainnya juga ditemukan pada calon jemaah, termasuk diabetes, anemia, dan gangguan pernapasan. Rosidi menyebutkan bahwa seluruh jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu yang tergolong risiko tinggi akan mendapat pemeriksaan ulang oleh tim medis.
Jika dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan bahwa kondisi kesehatan jemaah memburuk, maka keberangkatan mereka akan ditunda dan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya untuk perawatan hingga dinyatakan pulih.
“Itu ada diabetes melitusnya, ada masalah ginjal juga. Nah sekarang ditunda keberangkatannya. Kita lihat nanti mudah-mudahan kondisinya bisa stabil,” pungkas Rosidi. [ram/beq]






