Surabaya (beritajatim.com) – Keadaan yang membuat kita lebih banyak di rumah saja berakibat pada terbatasnya ruang untuk bertemu. Manusia yang punya kebutuhan bersosialisasi jadi lebih banyak berinteraksi secara virtual. Maka dari itu, banyak yang mulai aktif menggunakan media bahkan aplikasi kencan untuk mencari pasangan.
Cara ini dianggap wajar karena ruang nyata yang sulit dijangkau. Namun sebelum menggunakan aplikasi ini, pastikan kita sudah mengetahui fungsi dan tidak melakukan kesalahan:
Jangan Mudah Percaya
Tidak masalah untuk lebih berhati-hati terhadap apa yang ditemukan pada media maya. Apalagi ketika dia ingin bertemu secara langsung, pastikan dengan jelas tentang siapa dia. Kadangkala foto profil calon jodoh memang menggoda ketika kenalan, namun siapa sangka jika foto profil dan informasi yang diberikan palsu alias akun fake. Lebih baik ketika ada pertemuan langsung, jangan datang sendiri ajak teman untuk bisa menjagamu jika itu adalah penipuan atau berpacaran dengan orang yang identitas palsu.
Tidak Mengatakan Kejujuran
Setiap orang pasti menginginkan mendapat pasangan yang terbaik. Tapi bukan berai kita memberikan informasi atau foto profil yang salah. Hal ini akan menimbulkan rasa kecewa dan sulit untuk kita menemukan yang tepat. Jujurlah dengan diri sendiri, tak masalah untuk memperkenalkan kelebihan dan kekuranganmu.
Hindari Topik Obrolan yang Monoton
Kunci dari menggunakan aplikasi jodoh di Dating Apps adalah menciptakan suasana obrolan yang menyenangkan. Maka dari itu, penting untuk memilih topik yang seru dan tidak membosankan. Ketika percakapan sudah mulai monoton, maka ada kemungkinan terjadinya ghosting karena calon pasangan tidak tertarik. Sebelum memulai chat, coba untuk berpikir kreatif saat membuat obrolan agar menarik perhatian calon jodoh.
Foto Profil yang Tidak Jelas
Mungkin terdengar sepele dan rasanya tidak mungkin terjadi. Namun perlu diketahui jika masih ada yang menganggap hal ini sesuatu yang wajar. Lebih baik hindari untuk menggunakan foto profil dengan gambar yang tidak realistis bukan berarti foto anime atau tokoh kartun lainnya, tapi memalsukan wajah dengan edit foto yang tidak realistis. Jadilah apa adanya sehingga dia dapat menerimamu. [prd/bj0]






