Surabaya (beritajatim.com) – Anhedonia merupakan suatu kondisi di mana orang yang mengidap kehilangan minat terhadap kegiatan yang dahulu menyenangkan atau disukai. Anhedonia membuat hidup orang yang mengidap terasa hampa, tidak nyaman, dan membosankan.
Masalah psikis ini juga membuat penurunan kemampuan untuk merasakan kesenangan. Anhedonia tentu berbeda dengan rasa bosan biasa.
Karena bosan biasa saja akan hilang dengan sendirinya, terutama bila melakukan hal yang baru atau menyenangkan. Berikut ini 4 hal yang menyebabkan terjadinya anhedonia
Gangguan makan dan penurunan berat badan
Gejala dari depresi berat seseorang akan muncul dari pola makan menjadi tidak teratur dan mengakibatkan penurunan berat badan. Dikutip dari WebMD, depresi sering kali menjadi faktor penyebab gangguan makan. Diperkirakan 44% mengalami kesulitan mengontrol makan mereka.
Sedang meminum obat-obatan tertentu
Anhedonia ini juga dapat terjadi pada orang yang hari-harinya sedang mengkonsumsi obat tertentu. Dilansir dari Healthline, obat resep seperti obat-obatan antidepresan dan antipsikotik yang digunakan untuk mengobati depresi akan menyebabkan terjadinya anhedonia.
Alami peristiwa trauma psikologis
Kadar anhedonia yang lebih tinggi dikaitkan dengan mengalami peristiwa traumatis. Hubungan ini signifikan setelah alami peningkatan gangguan depresi.
Hal ini akan terjadi trauma di masa kanak-kanak. Bahwa trauma saat anak-anak adalah faktor risiko potensial untuk perkembangan depresi dan anhedonia.
Ada riwayat penyakit parkinson
Penyakit yang berpengaruh pada kualitas hidup seseorang juga bisa jadi penyebab penyakit mental, termasuk anhedonia. Jika seseorang ada riwayat masalah kesehatan seperti penyakit parkinson, diabetes dan arteri koroner terkait dengan perubahan aktivitas otak.
Dikutip dari situs Psychiatryonline, anhedonia didefinisikan sebagai gejala inti dari depresi berat dan sekitar 30-40% subjek dengan penyakit parkinson.
Jika Anda merasa mengalami anhedonia maka langkah pertama adalah dengan periksa diri terlebih dahulu ke dokter. Ini untuk menentukan penyebab yang jadi dasar terjadinya kondisi Anda.
Selain itu Anda juga harus tetap fokus dan perbanyak melakukan aktivitas fisik. Ambil langkah kecil untuk tetap terus beraktivitas secara perlahan dan lakukan istirahat yang cukup. (dan/ian)






