Lamongan (beritajatim.com) – Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Lamongan mengungkapkan bahwa hilal terlihat dengan jelas di Markas Tanjung Kodok, Pantai Utara Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu, awal Ramadhan 1444 H jatuh pada Kamis (23/3/2023) besok.
Menurut Wakil Ketua BHR Lamongan, M. Khoirul Anam, hilal sudah berada di atas ufuq dan sudah memenuhi syarat. Ia juga menyebut, hilal berada di ketinggian sekitar 6 derajat.
“Proses Rukyatul Hilal dilaksanakan dengan kriteria imkanur rukyat 3 derajat. Hilal terlihat di Markaz Tanjung Kodok mulai pukul 17.46 WIB. Cuacanya juga cerah,” ujar Anam yang juga menjabat sebagai Kasubag TU Kantor Kemenag Lamongan, Rabu (22/3/2023).
Anam juga menjelaskan, kondisi hilal tersebut terbilang cukup tinggi dan hilal agak melengkung miring ke utara. Ada sekitar 5 orang saksi yang sudah melihat hilal. Sehingga awal Ramadan tahun ini bisa dikatakan jatuh pada Kamis besok (23/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadhan”]
Adapun 5 orang saksi itu di antaranya Suudul Azka, Yunani, Banjir Sidomulyo asal Lamongan, serta Asroful Ibad asal Pasuruan dan Agus asal Wali Barokah Kediri.
“Saat ini juga langsung digelar sidang itsbat atau syahadah rukyatul hilal oleh Pengadilan Agama. Kemudian hasil rukyatul hilal ini dilaporkan ke Kemenag Pusat,” paparnya.
Atas hasil tersebut, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Lamongan itu merasa bersyukur dan mengucapkan selamat kepada umat muslim yang bakal menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. “Alhamdulillah, selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1444 H. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun mendatang,” tandasnya.
Seperti disebutkan beritajatim.com sebelumnya, ada banyak pihak yang hadir saat Rukyatul Hilal, di antaranya Bupati Lamongan, pengurus Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, perwakilan pesantren dan perguruan tinggi, serta sejumlah OPD dan Pengadilan Agama.
Beberapa peralatan yang dipakai dalam Rukyatul Hilal ini, meliputi peralatan modern seperti teleskop yang sudah computerize, terkoneksi dengan komputer dan bisa live streaming, serta alat tradisional, seperti busur derajat, gawang lokasi dan lainnya.[riq/kun]






