Pamekasan (beritajatim.com) – Warga Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan, dihebohkan dengan adanya sumur bor yang menyemburkan air setinggi sekitar 14 meter dari permukaan tanah.
Fenomena tersebut terjadi di lokasi tanah milik Junaidi, warga Dusun Barat, Desa/Kecamatan Kadur, Pamekasan, yang hendak membuat sumur bor sejak Rabu (27/12/2023) lalu.
Pengeboran tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air di desa setempat, termasuk juga untuk kebutuhan perkebunan yang dimiliki sang pemilik lahan.
“Fenomena tersebut terjadi sekitar Pukul 21.30 WIB di lahan perkebunan milik Pak Junaidi, semburan air dari galian sumur bor setinggi (sekitar) 14 meter dengan kedalaman galian kurang lebih 141 meter,” kata Kapolsek Kadur, AKP Tamsil Efendi melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, IPTU Sri Sugiarto, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Kapolres Pamekasan: Tindak Tegas, Tapi Harus Humanis
Fenomena tersebut menarik perhatian masyarakat, termasuk juga masyarakat dari luar Desa/Kecamatan Kadur, Pamekasan. “Pada saat itu, petugas sudah melakukan sterilisasi dan mengamankan TKP untuk mengantisipasi kerawanan yang dapat ditimbulkan,” ungkapnya.
“Sebagai langkah lanjutan, kami juga sudah melakukan koordinasi bersama Pemkab Pamekasan, khususnya pihak BPBD bersama Bagian SDA (Sumber Daya Alam), guna menganalisa sekaligus mengambil langkah antisipasi dari dampak yang ditimbulkan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menbuatnya memasang garis polisi (police line) guna mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Semburan masih terjadi dengan tekanan dan debit air yang tetap berupa uap air dan tidak berbau,” imbuhnya.
“Namun untuk hasil pasti, saat itu petugas berwenang sudah dilakukan pengetesan menggunakan api namun tidak ada sambaran dan api mati. Namun yang pasti, kita tetap menunggu hasil lab,” pungkasnya. [pin/kun]






