Ngawi (beritajatim.com) – Belakangan warga Ngawi dihebohkan video viral soal calon anggota DPRD atau caleg yang diduga depresi dan berkeliaran di depan kantor DPRD Ngawi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Ngawi.
Video pendek itu memperlihatkan seorang yang diduga caleg dan sudah mengalami gangguan jiwa karena gagal menjadi anggota DPRD. Bahkan, dalam video merekam beberapa orang yang hanya bisa menonton caleg gagal itu.
Usut punya usut, video tersebut merupakan bagian dari salah satu film pendek yang dibuat oleh konten kreator lokal asal Kabupaten Ngawi. Video itu merupakan bagian dari film pendek berjudul Caleg Gila yang sudah tayang di platform YouTube, channel Chafu Official.
Koordinator Chafu Official, Totok Tewel membenarkan jika video tersebut merupakan konten. Tepatnya, merupakan konten behind the scene atau di balik layar dari film pendek berdurasi 27 menit 11 detik itu.
‘’Video itu saya buat awalnya untuk konten behind the scene pembuatan konten film pendek kami di channel Chafu Official. Saya tidak menyangka kalau ternyata yang menonton banyak. Jika diperlukan kami dan tim film Chafu Official bersedia membuat konten klarifikasi pada akun ini dan pada channel youtube,’’ kata Totok saat dikonfirmasi beritajatim.com, Kamis (22/02/2024)
Film pendek tersebut menceritakan soal salah seorang caleg bernama Maman yang sudah habis puluhan juta namun tetap tak mendapatkan cukup suara agar bisa duduk di parlemen.
Duit untuk serangan fajar itu tak lantas membuatnya sukses mendapatkan suara dari masyarakat. Alhasil, Maman pun shock hingga mengalami gangguan jiwa.
Bahkan, Maman merasa dirinya sudah pantas dilantik menjadi anggota DPRD dan mendatangi kantor DPRD Ngawi untuk pelantikan. Dia berteriak jika dia menang.
‘’Lewat film ini, kami ingin menyampaikan pesan agar jadi orang jangan terlalu ambisi dengan menghalalkan segala cara, karena jika gagal ya begitu jadinya,’’ terang Totok.
‘’Kelompok di channel Chafu Offical ini sedang belajar menjadi kreator, jadi kalau ada kurang lebihnya, saya mewakili teman-teman mohon maaf sebesar-besarnya. Dan mohon doanya kegiatan teman teman saya berjalan lancar,’’ pungkas Totok. [fiq/ted]







1 Komentar
Introspeksi, jadi caleg untuk memperjuangkan nasib rakyat atau nasib caleg. Demokrasi jadi menyimpang dari tujuan, hanya untuk memfasilitasi caleg2 yg ingin merubah nasib, dan kalau jadi legislatif dibebankan ke anggaran negara atau sama juga atas beban takyat. Apa seperti ini demokrasi di Indonesia yg katanya luar biasa ini?