Ringkasan Berita:
- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi mengajak generasi muda meneladani perjuangan KH Sholeh Nahrawi.
- Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Haul KH Sholeh Nahrawi di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.
- Ali menilai pesantren berperan strategis mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
- Bupati Probolinggo Gus Haris berharap kolaborasi pemerintah, tokoh politik, dan pesantren semakin mempercepat pembangunan daerah.
Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk meneladani perjuangan dan keteladanan almarhum KH Sholeh Nahrawi dalam membangun masyarakat melalui pendidikan, dakwah, serta pengabdian kepada umat.
Pesan tersebut disampaikan Ali Mufthi saat menghadiri Haul KH Sholeh Nahrawi yang digelar di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, santri, serta ribuan jemaah yang datang untuk mengenang jasa dan perjuangan ulama kharismatik tersebut.
Dalam sambutannya, Ali mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan dunia pesantren. Sebagai bagian dari keluarga besar santri, ia mengaku bangga melihat Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh seorang kiai yang memahami nilai-nilai keagamaan sekaligus kebutuhan masyarakat.
“Sebagai insan santri tentu kami bangga karena Probolinggo dipimpin oleh kiai. Kami juga selalu mendoakan agar Kabupaten Probolinggo mendapatkan keberkahan dan kemajuan,” kata Ali.
Menurutnya, haul bukan sekadar agenda rutin mengenang sosok ulama yang telah wafat, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.
Ali menilai KH Sholeh Nahrawi telah memberikan teladan bagaimana pendidikan dan dakwah mampu menjadi instrumen penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara intelektual sekaligus kokoh dalam keimanan.
Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar terus mempersiapkan diri menjadi pelayan masyarakat yang memiliki integritas, kapasitas, serta akhlak mulia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Kita harus melanjutkan semangat beliau. Menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu, beriman, dan siap menjadi abdi rakyat. Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan keagamaan yang kuat,” tegasnya.
Ali menegaskan pesantren selama ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak kader-kader bangsa. Banyak tokoh nasional maupun daerah lahir dari lingkungan pesantren dan memberikan kontribusi di berbagai bidang, mulai pendidikan, pemerintahan, hingga pelayanan publik.
“Peran strategis pesantren harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama,” kata Ali.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris mengapresiasi kehadiran Ali Mufthi dalam kegiatan haul tersebut. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, tokoh politik, dan kalangan pesantren untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kehadiran KH Ali Mufthi. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kolaborasi untuk melayani masyarakat Probolinggo agar semakin sejahtera,” pungkas Gus Haris.
Haul KH Sholeh Nahrawi menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk melanjutkan perjuangan para ulama melalui pendidikan, dakwah, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. [tok/beq]






