Gresik (beritajatim.com)- Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Jalan KH.Zubair 93 (tempat kediaman Habib Abu Bakar Assegaf) dan makam Masjid Jami’ Kabupaten Gresik.
Sejak kemarin hingga saat ini haul terus berkumandang. Suasana haru bercampur syahdu menyelimuti acara tahunan yang sudah jadi magnet umat Islam se-Nusantara.
Sejak H-2, arus jemaah sudah terlihat membludak. Pantauan di lapangan, jalan di Kota Gresik dipenuhi kendaraan roda dua, mobil, bus rombongan hingga mengular 5 kilometer. Banyak jemaah rela jalan kaki dari pinggir jalan karena akses ke lokasi ditutup demi keamanan.
Panitia menyebut jemaah tidak hanya dari Gresik dan Surabaya. Ada yang datang dari Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Malaysia dan Singapura. Mereka berbondong-bondong untuk tahlil, sholawat, dan tabarruk ke makam ulama besar.
“Masya Allah, ini tahun paling ramai. Sajadah jemaah sampai ke gang-gang warga. Kami buka rumah untuk tempat istirahat,” ujar Slamet warga Desa Pulopancikan Kecamatan Gresik, Rabu (3/6/2026).
Puncak acara haul diisi pembacaan Maulid Simtudduror, mauidhoh hasanah oleh para habaib, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Suara sholawat menggema mulai malam hingga pagi, bikin bulu kuduk merinding.
Guna mengantisipasi kepadatan, Pemkab Gresik bersama Polres Gresik, TNI, Banser, dan relawan mendirikan puluhan titik pos kesehatan, toilet portabel, dan dapur umum gratis. Rekayasa lalu lintas one way juga diterapkan sejak kemarin hingga sekarang.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengimbau jemaah tetap jaga barang bawaan dan ikuti arahan petugas. “Kami kerahkan 200 personel lebih gabungan. Prioritas kami kenyamanan dan keamanan jemaah,” ungkapnya.
Haul ini Habib Abu Bakar Assegaf jadi ajang silaturahmi sesama jemaah. Mereka meneladani akhlaknya, dan mendoakan para pendahulu. Habib Abu Bakar Assegaf dikenal sebagai ulama yang gigih menyebarkan islam lewat akhlak dan dakwah damai di Gresik sejak ratusan tahun lalu. [dny/aje]






