Madiun (beritajatim.com) – Kabupaten Madiun kembali mencatatkan namanya di panggung olahraga dunia. Bola resmi yang digunakan pada Piala Dunia 2026, Trionda, diproduksi oleh PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Kabar tersebut disambut bangga oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto. Menurutnya, kepercayaan memproduksi bola untuk ajang sepak bola paling bergengsi di dunia menjadi bukti bahwa kualitas industri manufaktur di Kabupaten Madiun mampu bersaing di pasar internasional.
“Oh ya, itu kan menjadi kebanggaan bagi kami. Produk dari Kabupaten Madiun bisa digunakan dalam ajang sebesar Piala Dunia tentu menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Bupati Hari, Kamis (2/7/2026).
Bupati mengatakan, keberhasilan PT GWI bukanlah satu-satunya capaian industri lokal. Sejumlah produk manufaktur asal Kabupaten Madiun juga telah menembus pasar ekspor, termasuk produk alas kaki yang dikirim ke berbagai negara di Eropa maupun Amerika.
“Tidak hanya bola, sepatu juga begitu. Kemarin kami juga sudah melepas ekspor ke luar negeri. Artinya, produk-produk dari Kabupaten Madiun memang mampu bersaing di pasar global,” katanya.
Menurut Mas Hari sapaan akrab Hari Wuryanto, capaian tersebut diharapkan semakin memotivasi pelaku industri di Kabupaten Madiun untuk terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu memperluas pasar internasional.
Rasa bangga juga dirasakan masyarakat. Burmanto, warga Kecamatan Jiwan, mengaku baru mengetahui bahwa bola resmi Piala Dunia 2026 diproduksi di Kabupaten Madiun. Meski demikian, ia tidak terkejut karena sebelumnya bola resmi Piala Dunia 2022, Al Rihlah, juga diproduksi di daerah yang sama.
“Kalau yang Piala Dunia 2022 saya sudah tahu sejak awal. Tapi untuk Trionda ini baru tahu di tengah berlangsungnya Piala Dunia. Ternyata masih dibuat di Kabupaten Madiun,” ujarnya.
Bagi Burmanto, kabar tersebut menjadi hiburan tersendiri setelah tim favoritnya, Belanda, harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko.
“Ya, setidaknya jadi semangat lagi nonton Piala Dunia. Ada rasa bangga karena bolanya ternyata buatan Madiun,” pungkasnya. (rbr/ted)






