Jombang (beritajatim.com) – Hari pertama masuk kerja usai cuti Lebaran menjadi momentum penting bagi Bupati Jombang, Warsubi, untuk membeberkan capaian 100 hari kerja pertamanya, Selasa (8/4/2025).
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pemkab Jombang, Abah Warsubi—sapaan akrabnya—didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, dan tim tenaga ahli, menyampaikan sejumlah capaian dan kebijakan strategis yang telah dijalankan selama lebih dari tiga bulan memimpin.
Salah satu sorotan utama yang disampaikan adalah komitmen penuh terhadap pemberantasan praktik jual beli jabatan di lingkungan birokrasi. “Kami tidak akan mentolerir praktik jual beli jabatan. Budaya transaksional di birokrasi harus dihentikan. Semua ASN berhak bersaing secara terbuka dan adil,” tegas Abah Warsubi di hadapan media.
Pernyataan tersebut ditegaskan melalui langkah nyata berupa sistem seleksi kepegawaian yang transparan. Seluruh pengumuman jabatan dan lowongan dipublikasikan secara terbuka kepada publik. Proses seleksi dilakukan melalui mekanisme uji publik, asesmen, dan job fit, guna memastikan integritas dan kualitas aparatur sipil negara (ASN) yang direkrut.
Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Abah Warsubi juga menunjukkan komitmen pada percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Mojoduwur dan Mojoagung yang selama ini dikenal memiliki banyak ruas jalan rusak. Percepatan perbaikan penerangan jalan umum pun turut menjadi prioritas demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.
Sementara itu, di sektor sosial, keberhasilan besar dicapai melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial. Kabupaten Jombang berhasil mendapatkan bantuan sebesar Rp 659 miliar yang akan difokuskan untuk program pengentasan kemiskinan.
Selain itu, Jombang terpilih sebagai lokus pilot project Sekolah Rakyat. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab telah menyiapkan lahan di kawasan Denanyar sebagai lokasi pendirian sekolah.
Langkah konkret lain yang juga diapresiasi masyarakat adalah di bidang ketahanan pangan. Abah Warsubi memastikan perlindungan kepada petani lokal lewat kerja sama intensif dengan Bulog. Pemerintah Kabupaten Jombang akan terus mendorong penyerapan gabah petani dengan harga layak guna menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan petani.
Dalam penutup laporannya, Abah Warsubi menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Jombang tidak dapat dicapai seorang diri. Ia mengajak seluruh ASN dan mitra kerja untuk bersinergi dan bekerja sepenuh hati demi mewujudkan visi besar: Jombang Maju dan Sejahtera Untuk Semua. [suf]






