Sumenep (beritajatim.com) – Seorang pemuda Sumenep, Fadel Abu Aufa, melakukan aksi tunggal menanam mangrove, sebagai bentuk kepeduliannya pada lingkungan. Aksi sendirian itu dilakukan bertepatan dengan ‘Hari Menanam Pohon Indonesia’ pada 28 November 2023.
“Hari ini saya melakukan penanaman bibit mangrove di pesisir Dusun Panglema, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. Ini merupakan bentuk kepedulian saya terhadap lingkungan pesisir,” katanya.
Ia memilih pesisir Dusun Panglema untuk ditanami Mangrove, mengingat di lokasi ini telah terjadi abrasi sekitar 100 meter. “Kalau dibiarkan, saya khawatir abrasi akan semakin meluas. Karena itu, saya menanam mangrove disini,” terangnya.
Penanaman itu dilakukan dengan teknik mangrove pancang. Ada 40 bibit mangrove jenis Rhizophora Stylosa atau bakau akar jangkungan yang ditanam.
Menurut Fadel, aksi serupa pernah dilakukan tepat 1 bulan lalu oleh Pokmaswas ‘Rengpaseser’, PKSPL IPB, Pemdes Tanjung, HCML serta para pecinta lingkungan. Kala itu juga diisi sosialisasi pentingnya mangrove dalam kehidupan masyarakat.
“Pokmaswas Reng Paseser ini juga punya rumah bibit mangrove ‘Mor Kondhang’. Waktu acara penanaman bibit mangrove yang kemarin menggunakan empat tehnik penanaman, yakni teknik mangrove pancang, tehnik guludan, teknik rumpun berjarak, dan teknik line transek,” paparnya. (tem/kun)
BACA JUGA: Masuk Masa Kampanye, Bawaslu Sumenep Fokus Awasi ‘Black Campaign’






