Surabaya (beritajatim.com) – SMP Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar peringatan Hari Guru 2024 pada Senin (25/11/2024). Acara ini diisi dengan teatrikal dan deklarasi dukungan dari siswa kepada para guru.
Teatrikal berjudul ‘POV: Takut Dilaporin Ortu’ dibawakan oleh siswa sebagai gambaran situasi di mana saat ini guru merasa takut untuk mendidik siswa karena ancaman laporan dari orang tua.
Setelah itu, para siswa melakukan deklarasi untuk mendukung para guru dalam menjalankan tugasnya tanpa takut berhadapan dengan orang tua, dan menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan perilaku buruk terjadi karena ancaman laporan.
Salah satu siswa yang turut memainkan teatrikal, Nabil Rajindra Zirhan Reyhan menuturkan bahwa kegiatan deklarasi dan teatrikal ini merupakan bentuk dukungan siswa kepada para guru agar tidak takut untuk mendidik.
“Ini sebagai contoh agar siswa data bersikap sebagaimana mestinya, dan ini bentuk dukungan kepada para guru agar tidak takut untuk mendidik siswa, tentunya sesuai dengan kewenangannya,” tuturnya.

Wakil Kepala Humas SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Yunan Imannu, mengatakan bahwa peringatan kali ini terinspirasi oleh video viral di media sosial yang menunjukkan ketakutan guru dalam mendidik siswa karena laporan orang tua.
Yunan menekankan pentingnya dukungan terhadap guru agar mereka dapat menjalankan tugas mendidik sesuai dengan kewenangannya tanpa takut terhadap laporan yang tidak sesuai kenyataan.
“Kita di sini sebagai pendidik yang diamanahi oleh orang tua melakukan tugas, dan tidak mungkin seorang guru itu menghukum anak-anak yang tidak sesuai dengan kewenangan sekolah kami,” katanya.
Acara ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua, serta menegaskan peran penting guru dalam pendidikan. [ipl/beq]






