Surabaya (beritajatim.com) – Tepat hari ini, Kamis, (9/3/2023) diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day. Hari istimewa ini lahir dengan tujuan untuk menyebarkan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko penyakit ginjal.
Ginjal sendiri merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting, ia berperan sebagai pembuang sisa metabolisme dalam tubuh yang kemudian dikeluarkan melalui urine. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh.
Meski begitu, masih banyak orang yang menyepelekan kesehatan ginjal, salah satunya dengan jarang meminum air putih. Padahal, air putih lah yang membantu ginjal untuk membuang limbah dari darah dalam bentuk urine.
Air juga membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir ke ginjal untuk mengantarkan oksigen dan zat gizi.
Tidak memiliki kesadaran terhadap kesehatan ginjal membuat ribuan bahkan jutaan orang terkena penyakit ginjal. Di Indonesia, penyakit ginjal menjadi penyebab kematian ke-10 dengan jumlah kematian lebih dari 42 ribu pertahun. Inilah mengapa Hari Ginjal Sedunia bisa menjadi momen yang tepat.
Untuk menambah wawasan, berikut ini adalah sejarah Hari Ginjal Sedunia dan cara memperingatinya.
BACA JUGA: Sejarah Hari Pengangguran Internasional, Diawali Krisis Besar Amerika Serikat
Sejarah Hari Ginjal Sedunia
Hari Ginjal Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 2006, yang dilandasi oleh pertanyaan, “Apakah Ginjalmu Baik – Baik Saja?”
Pertanyaan ini lantas melahirkan ide mengenai kebutuhan untuk mengedukasi dunia betapa pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta mengurangi dampak penyakit ginjal dan kondisi kesehatan lain yang terkait.
Dua organisasi yang menggagas peringatan ini adalah International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundation (IFKF). Beberapa hal yang mereka harapkan dari adanya Hari Ginjal Sedunia ini adalah masyarakat bisa memahami apa yang sebenarnya peran ginjal dalam tubuh kita, dan apa yang bisa terjadi bila ginjal tidak lagi berfungsi dengan benar.
Mereka juga berusaha memberi tahu faktor – faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal, bahkan melakukan pengecekan terhadap mereka yang berisiko memiliki Penyakit Ginjal Kronis (PGK).
Tentunya, hal utama yang mereka inginkan adalah melakukan pencegahan dengan memberitahu khalayak bagaimana membuat tingkat risiko penyakit ginjal menjadi serendah mungkin.
BACA JUGA: 4 Maret Sebagai Hari Obesitas Sedunia, Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya
Di sisi lain, adanya Hari Ginjal Sedunia juga berkaitan dengan donasi. Seperti yang kita tahu bahwa beberapa orang dengan penyakit ginjal juga membutuhkan donasi ginjal dari orang lain, dan ini tentunya tidak mudah. Perayaan ini bisa menjadi ajang untuk menyebarluaskan bagaimana serba – serbi mengenai donasi ginjal terhadap mereka yang membutuhkan.
Cara Merayakan Hari Ginjal Sedunia
Hal utama yang bisa kalian lakukan untuk ikut memperingati hari ini adalah mempelajari tentang ginjal terlebih dahulu, lalu menyadari apakah selama ini kita sudah menjaganya dengan baik atau mungkin sebaliknya. Tentunya dengan mengatur gaya hidup dan asupan gizi yang masuk ke tubuh.
Bila perlu kalian juga bisa melakukan pengecekan secara berkala dengan dokter untuk mengetahui kondisi ginjal kalian. Sehingga apabila ada sesuatu yang bermasalah maka bisa terdeteksi sedini mungkin.
Kegiatan lain yang bisa dilakukan yakni dengan menyebarkan kampanye ini di media sosial, mengajak pengikut – pengikut kalian di Instagram, Twitter atau TikTok mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal.
Nah, itulah sejarah serta cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Ginjal Sedunia. (mnd/nap)






