Kediri (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2025, Pemerintah Kota Kediri bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian (JKM) kepada ahli waris peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini digelar pada Jumat (2/5/2025) di Kantor Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati kepada total 12 penerima manfaat yang terdiri dari 8 orang pekerja rentan dan 4 perangkat RT/RW, masing-masing menerima Rp42 juta.
Selain itu, diberikan pula santunan jaminan kematian, beasiswa pendidikan, dan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada 2 pekerja segmen perusahaan yang berdomisili di Kota Kediri. Penerima berasal dari STIKES RS Baptis sebesar Rp221.477.720 dan dari PT Gudang Garam, Tbk sebesar Rp146.753.680. Total santunan yang diserahkan mencapai Rp872.231.400.
Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga diisi dengan Tasyakuran dan Doa Bersama bersama perwakilan serikat buruh dan pekerja se-Kota Kediri.
Wali Kota Vinanda menyampaikan bahwa momentum Hari Buruh bukan sekadar peringatan simbolik.
“Mayday bukanlah sekadar hari peringatan perjuangan hak-hak dan kesejahteraan para pekerja/buruh, tetapi juga penguatan komitmen meningkatkan kualitas kinerja. Peringatan ini kita rayakan bersama dengan suasana damai, serta menyediakan ruang yang tepat dan terbuka untuk para pekerja/buruh untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Vinanda juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi.

“Menekankan kepada seluruh elemen pekerja untuk memperkuat solidaritas dan soliditas antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk meraih tujuan bersama. Utamanya dalam membangun Kota Kediri yang Mapan ‘Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni’,” tegasnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung kesejahteraan pekerja.
“Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen untuk selalu merespons positif aspirasi para pekerja dan senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambah Vinanda.
Dengan mengusung tagline #MAYDAYISKOLABORASIDAY, Vinanda juga mendorong kerja sama antara semua pemangku kepentingan.
“Semoga, dengan adanya forum ini dapat semakin mempererat hubungan industrial yang harmonis, menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan, kemapanan bagi para pekerja/buruh di Kota Kediri,” harapnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kediri, Muhamad Abdurrohman Sholih juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat nyata dari program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Di Hari Buruh ini menjadi perwakilan dari beberapa warga yang telah menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita hadirkan dari salah satu manfaat jaminan kematian dan ahli warisnya sudah menerima sebesar Rp42 juta,” katanya.
“Hari ini juga kita sampaikan berupa manfaat beasiswa tadi sudah disampaikan oleh Mbak Wali sebesar Rp174 juta per anak dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, kita berikan secara bertahap sesuai dengan jenjang kita berikan kepada masing masing anak ahli waris,” jelasnya.
Pihaknya berharap dengan penyerahan ini terwujud kesejahteraan berlanjutan dan bermartabat. Para pekerja yang mengalami risiko, ahli warisnya tetap bisa melanjutkan kehidupan ke depannya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Ketua PCNU Abu Bakar Abdul Jalil, Kepala Dinkop UMTK Bambang Priambodo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mohammad Ridwan, serta tokoh serikat buruh dan LKS Tripartit seperti Heri Sunoto (SPSI), Suyadi (Sarbumusi), dan Tukiran (KBKI). [nm/beq]






