Lamongan (beritajatim.com) – Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Lamongan Mohammad Wahyudi mengatakan bahwa harga tembakau di Lamongan terus mengalami kenaikan pada panen tahun 2023 ini.
Bahkan, menurut Wahyudi, saat ini harga tembakau di Lamongan per kilogramnya telah mencapai Rp 51 ribu sampai dengan Rp 54 ribu.
“Alhamdulillah petani tembakau kita mengalami kenaikan harga saat panen, saat ini harga tembakau capai Rp 50 ribu sampai dengan Rp 54 ribu. Harga tersebut bersifat merata di seluruh wilayah Lamongan,” tutur Wahyudi, saat kegiatan vaksin Rabies gratis dalam rangka World Rabies Day, Rabu (11/10/2023), di Kantor DKPP Lamongan.
Wahyudi juga mengungkapkan bahwa bulan Oktober ini merupakan masa akhir panen tembakau untuk semua varietas yang ada di Lamongan. Varietas itu meliputi varietas Jawa Manilo, Jawa Jinten dan Virginia.
“Saat ini sudah pada tahap panen daun pucuk, namun hal tersebut tidak mempengaruhi tingginya harga tembakau,” ungkapnya.
Tak hanya harga jual yang tergolong tinggi, Wahyudi menyebut, luas tanam tembakau di Lamongan juga terus bertambah. Tercatat hingga Juli lalu, terdapat 7.490 hektar lahan tembakau. Sedangkan data terakhirnya menunjukkan angka 8.337 hektar lahan tembakau.
“Selain harga jual yang tinggi, tahun ini Lamongan juga mengalami peningkatan luas tanam tembakau yang meningkat 50 persen, jika dibandingkan tahun 2022,” tandas Wahyudi.
BACA JUGA:
DPRD Jatim Imbau Pemerintah Perhatikan Nasib IHT dan Petani Tembakau
Masih kata Wahyudi, tingginya nilai jual tembakau itu tentu berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani tembakau, terutama di 8 kecamatan yang menjadi daerah penghasil tembakau terbanyak di Kota Soto.
“8 Kecamatan itu di antaranya Ngimbang, Mantup, Sambeng, Sukorame, Bluluk, Modo, Kedungpring dan Sugiyo,” pungkasnya. [riq/but]







