Ngawi (beritajatim.com) – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melonjak tajam hingga mencapai Rp30 ribu per kilogram pada Selasa (21/10/2025). Lonjakan harga ini membuat sebagian warga beralih membeli telur pecah yang dijual lebih murah.
Pantauan di Pasar Besar Ngawi menunjukkan, harga telur ayam sebelumnya masih berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram. Namun dalam sepekan terakhir, harga terus merangkak naik hingga menembus Rp30 ribu.
Samsuri, pedagang telur di Pasar Besar Ngawi, mengatakan banyak pembeli kini memilih telur pecah karena selisih harganya cukup besar.
“Telur pecah harganya lebih murah, sekitar seribu sampai seribu lima ratus rupiah per butir. Sebenarnya pedagang rugi, tapi daripada dibuang ya dijual saja,” ujarnya.
Selisih harga antara telur pecah dan telur utuh mencapai sekitar Rp2 ribu per butir. Telur pecah banyak diburu pemilik warung makan maupun pembuat kue karena dinilai lebih hemat di tengah mahalnya harga telur utuh. Namun sebagian warga tetap memilih telur utuh dengan alasan kebersihan dan kualitas yang lebih terjamin.
Pedagang lain, Bagus Widiantoro, menduga kenaikan harga telur dipicu oleh meningkatnya permintaan dan naiknya harga pakan ternak. “Harga telur ayam sudah seminggu terakhir naik dari Rp26 ribu jadi Rp30 ribu per kilo. Selain telur, bawang merah juga naik,” tuturnya.
Selain telur, harga bawang merah di pasar tersebut juga mengalami kenaikan menjadi Rp45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp35 ribu hingga Rp37 ribu. Sementara itu, harga cabai rawit dan tomat justru cenderung turun. Cabai rawit kini dijual Rp27 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp34 ribu, sedangkan tomat stabil di kisaran Rp4 ribu per kilogram.
Lonjakan harga kebutuhan dapur ini membuat masyarakat harus lebih selektif dalam berbelanja. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah pengendalian agar harga bahan pangan tetap stabil menjelang akhir tahun. [fiq/beq]






