Ngawi (beritajatim.com) – Harga telur ayam ras di Ngawi tak kunjung turun. Kini harganya mencapai Rp30 ribu per kilogram. Akibatnya, penjualan telur di sejumlah pedagang telur di Ngawi mengalami penurunan.
Salah satunya Sri Dita, pedagang telur di Pasar Besar Ngawi menuturkan bahwa penjualan telur menurun imbas tingginya harga. Biasanya dia menjual sebanyak 17 kotak telur atau sekitar 255 kilogram. Namun, kini dalam sehari dari 17 kotak masih tersisa 9 kotak.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-telur”]
“Naiknya sejak empat hari terakhir. Tadinya Rp26 ribu, terus naik seribu, naik seribu sampai jadi Rp30 ribu. Biasanya sehari sampai habis 17 kotak gak sisa, ini masih sisa 9 kotak. Penjualan menurun karena pembelinya berkurang,” kata Sri Dita, Minggu (14/8/2022)
Hal senada disampaikan oleh Warsiani. Dia menyebut sejumlah harga bahan pokok seperti daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai sudah mengalami penurunan. Namun, tak diikuti penurunan harga telur ayam. “Saya kurang tahu ya penyebabnya apa. Yang jelas naik dari yang tadinya Rp26 ribu, naik terus jadi Rp30 ribu sejak 4 hari terakhir,” kata Warsiani
Para pedagang berharap.harga bisa kembali standar, dengan harga seperti sekarang ini akan sulit dijangkau oleh para pembeli dan berimbas pada penjualan para pedagang. [fiq/suf]






