Malang (beritajatim.com) – Harga cabai rawit dari petani di Kabupaten Malang tercatat stabil, Senin (20/2/2023). Harga pada tingkat petani hari ini berkisar Rp 50 ribu per kilogram. Namun, panen raya cabai dipastikan mundur dampak cuaca ekstrem.
“Sekarang harga cabai di petani Rp 50 per kilo mas, stabil lah. Tidak mahal dan tidak murah, ” ungkap petani champion asal Desa Ngantri, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Yugiantoro, Senin (20/2/2023) siang ini.
Yugiantoro menjelaskan, sejak tiga bulan terakhir ini, harga cabai di tingkat petani tergolong standar. Bagi petani champion harga itu stabil. “Kalau bagi petani kan mintanya harga tinggi, kalau konsumen minta harga murah. Kami petani champion tengah tengah harganya, Rp 50 ribu per kilogram itu termasuk normal,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cabai”]
Kata Yugiantoro, cuaca ekstrem sekarang, sangat mempengaruhi produksi cabai petani. Bahkan, tanam cabai dilakukan dua kali akibat cuaca dan pengaruh benih. Sebab itu panen raya yang sedianya dilakukan di bulan Juli 2023, kata dia terpaksa mundur sekitar bulan Agustus hingga September 2023.
Ditanya soal produksi cabai di wilayah Malang Barat, Yugiantoro mengaku 5 ton per hektar. Di wilayah Kecamatan Pujon ada 500 hektar, di Ngantang ada 800 hektar, sebagian spot spot ada di wilayah Kecamatan Kasembon.
Petani champion merupakan sebutan untuk petani maju di bawah koordinasi Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian untuk menjadi penggerak bagi petani lain di daerahnya. (yog/kun)






