Mojokerto (beritajatim.com) – Harga telur di Mojokerto terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga telur di tingkat kandang sebesar Rp27 ribu per kilogram, sementara di tingkat pedagang mencapai Rp30 ribu per kg.
Salah satu peternak ayam petelur, Randy Kamajaya (25) mengatakan, harga telur tidak mempengaruhi permintaan kebutuhan. “Harga naik maupun turun, permintaan tetap, stabil. Naik turunnya harga tidak pengaruh. Hanya di nominal (harga) saja,” ungkapnya, Kamis (25/8/2022).
Menurut peternak asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini, dengan naiknya harga membuat telurnya cepat laku terjual. Dia mengakui omzetnya naik sekitar 10-15 persen.
“Saya ada 2.000 ekor ayam petelur. Dalam setiap hari, sebanyak 2.000 ekor ayam mampu menghasilkan telur sebanyak 90 kg. Kalau 1 kg isi 17 butir, ya sekitar 1.530 butir. Tiap hari panen, paling selisih hanya 1-2 kg. Musim hujan justru menghasilkan lebih banyak telur,” katanya.
Cuaca dingin, lanjut Randy, membuat ayam banyak makan sehingga produksi telur meningkat. Telur-telur tersebut untuk mencukupi permintaan masyarakat sekitar kandang dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Mojokerto.
“Harga telur paling tertinggi saat ini yakni Rp27 ribu per kg di tingkat kandang, pas Covid-19 kemarin. Ya jual rugi. Untuk 2.000 ekor ayam membutuhkan 200 kg makanan berupa dedeg, jagung dan sentrat dalam sehari. Makannya satu kali sehari tapi setiap satu bulan ada vaksin,” ujarnya.
Usia ayam mulai bertelur 21 minggu sampai 100 minggu, maksimal 120 minggu. Menurutnya, selebihnya hanya sedikit yang masih produktif.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-telur”]
Randy menjelaskan, setelah tidak produktif, ayam petelur biasanya dijual untuk disembelih. Daging ayam itu dipakai sebagai bahan soto.
“Kadang kan ada soto yang dagingnya ada telur muda, ya dari situ. Ayam biasanya bertelur pagi, siang sudah habis diambil pelanggan. Kalaupun ada hanya beberapa saja yang masih bertelur karena ayam biasanya bertelur saat subuh atau pagi hari. Siang, biasanya booking (pesan) untuk besok,” jelasnya.
Sementara, telur afkiran dalam satu hari rata-rata 2 kg. Untuk harganya lebih murah yakni Rp22 ribu. Telur afkiran tersebut dipesan oleh pedagang nasi goreng atau penjual jajanan di sekitar lokasi kandang. [tin/beq]








