Pasuruan (beritajatim.com) – Harga LPG non subsidi di Pasuruan mulai mengalami kenaikan. Kenaikan ini imbas dari kebijakan pemerintah yang kembali menaikkan harga LPG non subsidi baik kemasan 5,5 Kilogram maupun 12 kilogram sejak dua hari kemarin.
Para agen distributor LPG di Pasuruan mengeluh karena mahalnya LPG non subsidi. Para pembeli mulai beralih untuk membeli LPG subdisi melon 3 kg.
Dwi Hardono, seorang agen LPG di Jalan Irian Jaya, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan mengungkapkan jika kini LPG non subsidi 12 kilogram naik dari harga Rp 165 ribu ke Rp 189 ribu per tabung.
Sementara, LPG non subsidi kemasan 5,5 kg kini dijual Rp 90 ribu dari awalnya hanya Rp 78 ribu per tabung. “Desember udah naik, sekarang kok naik lagi. Kalau 12 kilogram naik Rp24 ribu, yang 5,5 kilogram naik Rp12 ribu per tabung, ” ujar Dwi.
Pria yang juga Koordinator Hiswana Migas Pasuruan Raya itu juga menjelaskan, ada sejumlah pembeli yang memilih pulang dan tidak jadi beli karena kecewa setelah tahu bahwa harga LPG non subsidi yang sudah naik hingga 3 kali lipat. “Tadi ada pembeli yang uangnya kurang, belum tahu kalau LPG 12 kilo sekarang Rp 190 ribu, akhirnya pulang,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lpg”]
Sementara itu, Syahrul, seorang agen gas LPG di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan mengatakan jika sudsh banyak pembeli yang beralih ke LPG subsidi melon 3 Kg bahkan semenjak kenaikan LPG non subsidi di bulan Desember 2021 lalu. “Pembeli banyak yang sambat, apalagi ini LGP non subsidi sudah naik lagi. Akhirnya banyak yang pindah ke LPG 3 kg, ” ucap Syahrul.
Meskipun begitu, Syahrul hingga kini memilih belum menaikkan harga LPG non subsidi baik kemasan 12 kilogram maupun 5,5 kilogram. “LPG 12 kg masih saya jual di harga Rp 175 ribu, mau naikkan tapi tunggu kabar resmi dari distributor, ” pungkasnya. [ada/but]






