Banyuwangi (beritajatim.com) – Dalam tiga pekan terakhir harga kemasan berbahan dasar plastik di Banyuwangi mengalami lonjalan tinggi hingga 70 persen. Diketahui, hal tersebut dampak konflik di Timur Tengah.
Pemilik Toko Royal Plastik dan Kemasan di Jalan KH Agus Salim, Steven Wijaya mengatakan, lonjakan harga yang terjadi menyebabkan para pedagang kemasan plastik harus bersiasat.
Dia mengaku juga tidak berani menyetok banyak barang karena khawatir harga tak stabil. Selain itu, sebelum harga naik sebelumnya dia juga rutin berbelanja ke pabrik kemasan plastik sekitar tiga kali dalam sebulan.
“Kalau sekarang sudah tau harga melonjaknya tinggi belum berani nyetok banyak. Karena khawatir harga anak naik turun. Hanya berani kalau ada pesanan saja,” ujarnya.
Steven mengungkapkan, harga kemasan plastik naik sejak sekitar pertengahan Maret. Kenaikan bertahap hingga mencapai puncaknya saat ini.
Diakui hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya tanda-tanda kemasan plastik bakal turun harga. “Kenaikannya pada pekan pertama sekitar 30 persen sedangkan saat ini sudah 70 persen,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada kemasan gelas plastik. Untuk yang kualitasnya biasa, gelas plastik naik dari Rp 7.500 per slop menjadi Rp 12 ribu per slop.
Saat ini ada juga harga gelas plastik yang telah mencapai Rp 15 ribu. Bahkan mencapai harga Rp 20 ribu tergantung merek dan kualitasnya.
Selain gelas plastik, harga kresek plastik juga naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 6 ribu per kemasan. Selain itu, wadah kemasan styrofoam juga terdampak kenaikan signifikan dari Rp 23 ribu per bal menjadi Rp 35 ribu per bal.
“Sekarang juga saya batasi ke pembeli. Kalau orang belanja sedikit, sekarang tidak saya kasih kresek,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut otomatis berdampak pada pembelian oleh pelanggan-pelanggan di toko tersebut. Para pelanggan yang mayoritas adalah pedagang pun turut membatasi pembelian.
“Padahal sebenernya untuk pasar masih bagus. Karena barang plastik ini dibutuhkan. Hanya karena harganya naik tinggi, pembeli mulai membatasi,” tandasnya.






