Sumenep (beritajatim.com) – Harga kebutuhan dapur di sejumlah pasar tradisional Sumenep pekan ini tercatat berfluktuasi. Berdasarkan pantauan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, harga cabai mengalami penurunan, namun harga bawang merah justru naik.
Pekan lalu, harga cabai merah besar mencapai Rp45 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp20 ribu per kilogram. Awal pekan ini, keduanya turun menjadi Rp40 ribu dan Rp18 ribu per kilogram.
Sebaliknya, harga bawang merah yang sebelumnya Rp36 ribu per kilogram naik menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara harga bawang putih tetap stabil di Rp30 ribu per kilogram.
“Cabai dan bawang itu komoditas yang tidak tahan lama. Sangat dipengaruhi cuaca. Karena itu harganya fluktuatif, mudah berubah dalam hitungan hari,” kata Kepala Bidang Perdagangan Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Idham Halil, Senin (20/10/2025).
Untuk komoditas protein hewani, harga cenderung stabil. Daging sapi tetap Rp140 ribu per kilogram, daging ayam potong Rp42 ribu per kilogram, dan daging ayam kampung Rp80 ribu per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp32 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam kampung Rp48 ribu per kilogram.
Harga beras juga tidak berubah signifikan. Beras kualitas premium bertahan di Rp15 ribu per kilogram, dan beras kualitas medium Rp13 ribu per kilogram. Adapun gula pasir berada di kisaran Rp17 ribu–Rp18 ribu per kilogram.
Harga minyak goreng juga stabil. Minyak curah dijual Rp19 ribu per kilogram, Minyakita Rp16.500 per botol, dan minyak goreng premium kemasan dua liter Rp39 ribu.
Dinas Koperasi UKM Perindag Sumenep secara rutin memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Anom Baru sebagai pasar induk dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. Pemantauan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan stok menjelang akhir tahun. [tem/beq]






