Sampang (beritajatim.com) – Memasuki bulan Oktober 2022, harga garam petani di Kabupaten Sampang, terus mengalami kenaikan. Bahkan, perkarung mencapai Rp 85 ribu.
Sukron, pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Sampang, saat ditemui mengatakan. Harga garam saat ini lebih mahal dari tahun lalu. Sebab, mengalami kenaikan Rp 25 ribu perkarung. “Tahun kemarin perkarung hanya Rp 50 ribu, sekarang tembus Rp 85 ribu,” terangnya, Minggu (2/10/2022).
Sukron menjelaskan, kenaikan harga garam saat ini karena hasil produksi petani minim. Sehingga, hasil panen tidak seimbang dengan kebutuhan pasar. “Faktor utamanya karena cuaca, karena petani garam terkendala adanya curah hujan yang terkadang masih terjadi di desa kami,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”garam”]
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Produksi minim ini, disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga banyak para petani tidak memproduksi garam. Berdasarkan informasi, bahwa harga garam saat ini Rp 1.200.000 per tonnya untuk kw 1. Sedangkan Kw 2 berkisar Rp. 1.100.000 dan kw 3, Rp. 900.000 perkilo gramya.
“Harga garam saat ini melonjak tajam dua kali lipat dari harga sebelumnya. Produksi garam yang minim karena wilayah Sampang dilanda kemarau basah yang tidak mendukung,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya DKP Sampang, Moh. Mahfud.
Ia menjelaskan, jika kondisi normal pada Juni lalu petani sudah bisa memproduksi garam, sedangnkan tahun ini awal September sebagian petani garam masih mulai panen perdana. Sehingga minimnya hasil produksi membuat harganya naik.[sar/kun]






