Surabaya (beritajatim.com) – Harga emas di Pegadaian pada Minggu, 26 Oktober 2025, terpantau masih stabil menjelang akhir bulan. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri 24 untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp2.443.000, sementara emas UBS ukuran 1 gram tercatat Rp2.452.000.
Kedua merek tersebut masih menjadi favorit masyarakat untuk investasi logam mulia karena mudah diakses dan dijamin keasliannya oleh Pegadaian. Menurut keterangan di laman Sahabat Pegadaian, pergerakan harga kali ini cenderung stagnan dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya.
Sementara itu, untuk emas Antam, Pegadaian tidak mencantumkan harganya di situs resmi. Namun, berdasarkan laporan di beberapa kanal harga emas, nilai emas Antam ukuran 1 gram saat ini berada di kisaran Rp2.585.000.
Harga Emas dari Platform Lainnya
Sebagai perbandingan, harga emas di beberapa penyedia lain juga menunjukkan variasi yang cukup menarik. Di platform Lakuemas, harga beli emas 1 gram tercatat di angka Rp2.248.000. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan harga di Pegadaian, namun tetap menjadi alternatif bagi masyarakat yang bertransaksi secara digital.
Kemudian di Aneka Logam, harga jual emas Logam Mulia Antam 1 gram berada di kisaran Rp2.900.000, sedangkan harga belinya mencapai Rp2.600.000. Nilai ini menandakan adanya perbedaan margin yang cukup signifikan antara harga beli dan jual, sesuai dengan fluktuasi pasar logam mulia saat ini.
Adapun dari situs resmi Logam Mulia (Antam), update terakhir per 25 Oktober 2025 menunjukkan harga emas berada di kisaran Rp2.350.000 per gram. Meski tidak jauh berbeda, angka ini masih sedikit lebih rendah dari harga yang ditawarkan Pegadaian untuk merek Antam.
Perbedaan harga antarpenyedia tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor seperti biaya distribusi, tingkat permintaan, hingga sistem transaksi yang digunakan. Meski begitu, Pegadaian masih menjadi pilihan utama karena keamanannya serta kemudahan pembelian secara langsung maupun cicilan.
Menjelang akhir Oktober 2025, tren harga emas dunia masih bergerak fluktuatif seiring dengan penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini membuat banyak investor memilih emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah dinamika pasar. [mnd/aje]






