Mojokerto (beritajatim.com) – Pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan.
Lonjakan harga signifikan terjadi pada daging ayam ras yang mencapai Rp40 ribu per kg dari sebelumnya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yakni sekitar Rp36.750 per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan, jola secara umum harga komoditas bahan pokok pasca Lebaran cukup stabil namun memang ada kenaikan terutama daging ayam ras.
“Secara umum terkendali hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan,” ungkapnya, Jumat (28/4/2023).
Yakni khususnya daging ayam ras. Hasil pantauan petugas Disperindag Kabupaten Mojokerto, lanjut Iwan, harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Mojokerto masih cukup tinggi. Sedangkan pantauan melalui aplikasi Sinergismart harga daging ayam ras tertinggi tembus Rp40 ribu per kg.
“Di Pasar Pacet, harga daging ayam ras Rp40 ribu per kg dan Pasar Bagusan Rp39 ribu per kg. Harga ini tercatat melebihi harga acuan pembelian yang telah ditetapkan badan pangan Nasional yaitu Rp36.750 per kg. Pantauan di 20 pasar, sebenarnya hanya beberapa pasar saja yang harga daging ayam ras tinggi,” katanya.
Baca Juga: Tugu Cagar Budaya di Pasar Hewan Sekar Putih Mojokerto Segera Direvitalisasi
Sementara harga daging ayam ras di pasar yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto justru cenderung turun. Yakni di Pasar Raya Mojosari dan Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko antara Rp34 ribu per kg hingga Rp35 ribu per kg. Selain harga daging ayam ras, harga bumbu dapur juga mengalami kenaikan.
“Terutama bawang merah dan cabai merah yang masing-masing Rp47 ribu per kg yang sebelumnya Rp40 ribu per kg. Komoditas bumbu dapur ini sekarang menanam, atensi pemerintah provinsi sehingga kita akan melakukan pengendalian seperti koordinasi dengan Dinas Pertanian,” ujarnya.
Meski harga daging ayam ras dan sejumlah bumbu dapur mengalami kenaikan, namun pihaknya memastikan ketersediaan stok aman. Khususnya bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Mojokerto. Pemerintah daerah juga akan melakukan kegiatan Operasi Pasar Murah sebagai upaya menekan lonjakan harga tersebut.
“Kami juga sediakan daging ayam dengan harga khusus di aplikasi Tumbas, yang harga lebih murah dari pasar dan gratis ongkir. Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga daging ayam tas di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya. [tin/ted]






