Sumenep (beritajatim.com) – Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Sumenep mulai berfluktuasi. Misalnya harga cabai rawit yang sempat melangit beberapa bulan, awal pekan ini berangsur turun.
Pekan lalu harga cabai rawit bertahan Rp48 ribu per kg. Awal pekan ini merosot hingga Rp38 ribu per kg.
Sebaliknya cabai merah besar justru mengalami kenaikan harga. Kalau pekan lalu harganya Rp60 ribu per kg, awal pekan ini naik menjadi Rp65 ribu per kg.
“Cabai ini memang salah satu komoditas yang tidak tahan lama atau mudah busuk. Karena itu harganya pun sangat fluktuatif. Perubahan harganya bahkan bisa per hari, tergantung stok,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, Senin (22/01/2024).
Sementara untuk komoditas lain relatif stabil. Untuk harga beras kualitas medium tetap Rp11.750 per kg. Sedangkan harga beras kualitas premium Rp13.800 per kg.
“Untuk harga daging juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp120 ribu per kg, harga daging ayam kampung Rp90 ribu per kg, dan daging ayam broiler Rp38 ribu per kg,” ujarnya.
Sedangkan harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah tetap Rp16 ribu per kg. Minyakita Rp15 ribu per botol 1 liter, dan minyak goreng kemasan 2 liter Rp38 ribu.
“Harga gula pasir juga sudah stabil Rp16.500 per kg,” terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/beq)






