Gresik (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di pasar Gresik semakin meroket. Saat ini per kilonya tembus Rp 88 ribu. Kenaikan itu terjadi dalam seminggu terakhir karena minimnya pasokan.
Kenaikan komoditas ini akibat cuaca ekstrem. Sehingga, harganya mengalami lonjakan 50 persen. Dari semula sebesar Rp 45 ribu per kilonya.
Mamat salah satu pedagang lapak sayur mengatakan, kenaikan ini terjadi sejak seminggu terakhir. Namun, harga Rp 45 ribu di minggu lalu itu masih tergolong tinggi. Mengingat saat bulan April 20202 lalu, harga cabai rawit berkisar Rp 30 ribu per kilonya.
Pedagang menduga kenaikan dipicu oleh cuaca ekstrem serta minimnya pasokan dari petani. Salah satunya pemicunya lagi adalah gagal panen petani.
“Meski harga naik, pasokan dari tengkulak tetap lancar tapi pembeli yang berkurang,” ujar Mamat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-pangan”]
Selain cabai rawit, cabai besar juga mengalami kenaikan. Dari Rp 35 ribu naik menjadi 60 ribu. Sementara bawang merah, dari 30 ribu menjadi 45 ribu.
Terkait dengan ini, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindah (Diskoperindag) Gresik Malahatul Farda menyampaikan apabila kenaikan harga komoditas terutama komoditas basah ini terjadi di seluruh pasar milik daerah. Hal itu tidak lain dipengaruhi oleh musim yang terjadi belakangan ini.
“Cuaca ekstrem banyak petani yang gagal panen. Sehingga pasokan ke daerah juga berkurang,” pungkasnya. [dny/but]






