Pasuruan (beritajatim.com) – Kenaikan harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pasuruan mulai dikeluhkan masyarakat dan pedagang. Lonjakan harga tersebut terpantau di tiga pasar besar, yakni Pasar Bangil, Pasar Pandaan, dan Pasar Sukorejo, sejak awal pekan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah besar yang mengalami lonjakan hingga sekitar 22 persen. Kondisi ini membuat sejumlah konsumen terpaksa mengurangi volume pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran kebutuhan dapur.
Kepala UPT Pasar Bangil, Iwan, membenarkan bahwa harga komoditas cabai memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Lonjakan ini terjadi sudah tiga hari sebelumnya dan memang cukup dirasakan oleh para pedagang di pasar,” jelasnya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga adalah gangguan distribusi pasokan dari daerah penghasil menuju pasar-pasar di Kabupaten Pasuruan. Keterlambatan pengiriman membuat stok di tingkat pedagang menipis, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.
Menurut data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga cabai merah besar di Pasar Pandaan saat ini telah mencapai Rp42.700 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh Rp85.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup membebani daya beli masyarakat, terutama bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil.
Iwan menambahkan, kendala logistik menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan pasokan cabai yang masuk ke pasar.
“Lonjakan harga ini dikarenakan adanya keterlambatan cabai yang datang ke pasar,” tambahnya.
Selain cabai, sejumlah komoditas sayuran lain seperti kubis dan kentang di Pasar Pandaan juga terpantau mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga dipicu oleh fluktuasi cuaca yang memengaruhi produktivitas petani di wilayah sentra produksi sayuran. [ada/beq]






