Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menganggarkan sejumlah program untuk meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga BBM. Salah satunya adalah subsidi transportasi kepulauan.
“Anggaran yang kami siapkan untuk subsidi transportasi kepulauan sebesar Rp 1 milyar,” kata Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi, Kamis (15/09/2022).
Namun menurutnya, subsidi trasportasi kepulauan tidak diperuntukkan kepada orang per orang, melainkan subsidi untuk barang yang akan dikirim ke kepulauan. “Jadi hitungannya nanti berat barang dalam kilo hingga ton. Nanti akan dihitung, berapa total berat barang yang diangkut kapal, dan nanti berapa yang akan disubsidi,” paparnya.
Lebih lanjut Yayak menerangkan, pasca kenaikan harga BBM, Pemkab Sumenep telah menganggarkan beberapa program bantuan pada masyarakat. Total anggarannya Rp 6 milyar. “Jadi bukan hanya subsidi transportasi kepulauan. Ada juga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 1,5 milyar, subsidi transportasi bagi petani cabe dan bawang merah di Kecamatan Rubaru Rp 200 juta, dan padat karya Rp 3,3 milyar,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-sumenep”]
Dana Rp 6 milyar untuk bantuan pada masyarakat pasca kenaikan harga BBM tersebut dianggarkan melalui APBD Perubahan, melalui OPD Teknis yang menanganinya. “Misalnya untuk BLT BBM, instansi teknisnya Dinas Sosial. Bantuan itu akan diserahkan pada masyarakat penerima yang sudah terdaftar. Kalau tidak salah sekitar 110 ribuan KK,” ujarnya.
Sedangkan untuk program padat karya, melekat pada Bantuan Keuangan (BK). Sementara untuk subsidi transportasi petani cabe dan bawang merah akan diserahkan pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan bukan perorangan.
“Ini semua merupakan ikhtiar pemerintah untuk meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga BBM. Kami berharap bantuan ini tepat sasaran, sehingga bisa benar-benar dimanfaatkan oleh penerima,” ucapnya. (tem/kun)






