Blitar (beritajatim.com) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Blitar terus mendorong pemerataan ekonomi desa. Saat ini, tercatat sebanyak 85 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi penuh di lapangan.
Setelah resmi diluncurkan, koperasi-koperasi ini dipastikan langsung beroperasi dan melayani transaksi pembelian dari masyarakat.
Namun, ada satu kebijakan menarik yang diterapkan oleh pihak dinas terkait strategi penetapan harga barang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa harga jual eceran di Koperasi Desa Merah Putih dipatok sama persis dengan harga di toko-toko retail pada umumnya. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang matang.
Menurut Sri Wahyuni, penyamaan harga ini merupakan bentuk perlindungan institusi terhadap para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi koperasi.
“Kalau harga retail memang semuanya sama. Nanti kalau enggak sama dengan harga retail, kan kasihan warung kanan-kiri juga kasihan. Makanya harga retail itu sama,” jelas Sri Wahyuni, Senin (18/5/20207).
Meskipun harga ecerannya bersaing secara sehat dengan warung sekitar, Sri Wahyuni menambahkan bahwa harga distributor yang ditawarkan tentu memiliki skema hitungan yang berbeda.
“Kalau harga distributor itu kan lain, namun kalau harga retail sama,” tegasnya.
Barang barang yang dijual di KDMP pun mirip mirip dengan toko retail. Kini yang menjadi tantangan pengelola dan manajemen KDMP adalah bagaimana mereka mampu bersaing dengan toko retail yang lebih ternama seperti Alfamart dan Indomaret dengan fasilitas yang lebih nyaman. (owi/ted)







12 Komentar
kalo yg dijual barang barang pabrikan mending beli di Indomart Alfamart, lebih sejuk sering ada diskon.
harusnya produk lokal yg bisa ikut dijual
Namanya koperasi idealnya harga barang harus lebih murah dari harga toko lain. Kalau sama apa manfaat koperasi. Ya enak beli yang dekat saja. Apalagi klo KDMP nya jauh dan sepi.
bertahan 1 tahun aja SDH hebat ….
tergantung jenis barang yang dijual…. contoh minyak goreng minyak kita…. dibawahnya Indomaret dan Alfamart…. tetapi barang tersebut tidak ada karena pemerintah tidak punya pabrik minyak goreng…..dan selain itu bila tidak ada dumping dari pemerintah tidak mungkin bisa sama….bisa lebih mahal…. juga tergantung kebijakan pemerintah kedepannya tentang KKDMP
yaa termasuk mahal
KMP kulakukan nya aja di gudang Indomaret gimana mau bersaing? KMP proyek asal2an, asal jadi, gak jelas konsep & manajemen nya…
waduhhh…
rr
Yang namanya koperasi harga jualnya jelas lebih mahal, biar anggota nya bisa untung
Ya kita tunggu aja RAT nanti , Untung atau buntu ng . adakah
neraca percobaan pasiva aktiva
la wong kulakane Lo Nok Indomarco Yo juale Podo 😆😆😆
bertahan 1 thn aja udah bagus