Sampang (beritajatim.com) – Situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga kini belum memberikan pengaruh langsung terhadap harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Sampang.
Kondisi pangan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Bahari tersebut masih terpantau stabil.
Staf Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang, Imam Sufriady, menjelaskan bahwa perubahan harga di tingkat daerah lebih banyak dipicu oleh faktor internal.
“Di antaranya seperti hasil produksi pertanian lokal serta tingkat kebutuhan masyarakat,” ucapnya, Senin (13/4/2025).
Ia juga menambahkan, langkah antisipasi telah dilakukan pemerintah pusat untuk menjaga pasokan tetap aman, salah satunya dengan memperkuat sektor pertanian nasional.
Upaya tersebut dinilai efektif dalam menjaga ketersediaan bahan pokok.
“Sampai saat ini belum ada dampak signifikan dari konflik luar negeri. Pergerakan harga masih dipengaruhi kondisi lokal,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap harga di pasaran. Para pedagang juga diimbau untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, keberadaan sejumlah komoditas yang mendapat intervensi pemerintah turut membantu menjaga stabilitas harga.
Salah satunya adalah beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan oleh Bulog.
“Beras SPHP harganya relatif stabil karena sudah memiliki standar yang ditetapkan pemerintah,” tutupnya. [sar/ian]






