Oviedo (beritajatim.com) – Dua gol Kylian Mbappe ke gawang Real Oviedo dini hari tadi membuatnya jadi man of the match. Tetapi, justru Vinicius Junior yang jadi sorotan pada jornada kedua LaLiga yang berkesudahan 3-0 untuk Real Madrid itu.
Bukan disebabkan satu gol dan satu assist yang dibukukannya. Melainkan gestur dua jari yang dilakukannya sesaat setelah Mbappe mencetak gol kedua pada menit ke-83.
Gestur itu ditujukan kepada puluhan ribu suporter tuan rumah yang memadati Estadio Carlos Tartiere, Oviedo. Pemicunya, Vini diolok-olok “idiot”.
Dua jari itu diartikan sebagai Oviedo untuk kembali ke Segunda Division. Ya, musim ini Oviedo baru kembali ke LaLiga setelah kali terakhir merasakannya musim 2000–2001.
Teror kepada Vini bukannya tanpa sebab. Tiga menit sebelum gol kedua Real itu, Vini mendapat kartu kuning lantaran melakukan diving di kotak penalti.
Gestur dua jari bukan satu-satunya yang dilakukan Vini ketika gol kedua Real terjadi. Dia nyaris meluapkan amarahnya dengan balik menyerang suporter tuan rumah. Tetapi, dengan sigap Mbappe segera membungkam mulut wide attacker Brasil itu. Jika tidak, Vini bisa mendapat kartu kuning kedua.
“Aku akan selalu ada (untuk Real, Red)” takarir Vini di Instagram-nya.
Rentetan kontroversi yang dilakukan Vini nyaris menutupi fakta kegemilangannya melawan Oviedo. Meski baru dimainkan entrenador Xabi Alonso pada menit ke-63 mengganti Rodrygo Goes, dia sukses mempersembahkan 1 assist untuk gol kedua Mbappe dan 1 gol (menit ke-90+3).
“Dalam sepak bola, kepentingan tim di atas segalanya. Terkadang jadi starter dan sebaliknya. Hari ini, Vini membuktikan bahwa pemain pengganti bisa berperan krusial,” papar Xabi kepada Marca.
Kemenangan atas Oviedo membuat Real memiliki poin sempurna 6 dari dua jornada. Bahkan, bersama Villarreal CF, gawang Real juga belum kebobolan. (dio)






