Blitar (beritajatim.com) – Jembatan alternatif menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar ambrol.
Jembatan yang menghubungkan Desa Sawentar dan Bangle Kecamatan Kanigoro itu ambrol dan tak bisa dilalui.
Kondisi ini tentu cukup ironi, karena lokasi jembatan hanya berjarak 1 kilometer dari Kantor DPRD dan Pemkab Blitar. Apalagi sebelum ambrol total, sudah ada tanda-tanda adanya retakan di area tengah jembatan.
“Itu kira kira sudah 2 pekan ada tanda-tanda ambrol dan sudah dipasang rambu imbauan agar kendaraan berat tak melintas sekarang ambrol total ini,” Kepala Dusun Bangle, Didin saat ditemui di lokasi pada Kamis (22/01/2026).
Jembatan ini merupakan akses vital warga. Setiap hari ada ratusan kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.
“Ini akses vital dan merupakan lingkar Kanigoro sehingga ramai lalu lalang kendaraan,” tegasnya.
Adapun panjang jembatan yang ambrol ini lebarnya mencapai 8 meter. Sebenarnya jembatan ini pernah diperlebar dengan adanya penambahan bangunan jembatan di bagian samping.
Namun untuk bangunan tengah belum dilakukan perbaikan. Sehingga saat intensitas hujan tinggi seperti saat ini pondasi jembatan ikut terbawa arus sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal memastikan bahwa jembatan ini akan segera dilakukan perbaikan. Nantinya perbaikan akan dilakukan dengan dana URC.
“Akan langsung kita lakukan perbaikan dengan dana URC, agar kendaraan bisa segera melintas karena ini jalur utama,” ungkap Agus. (owi/ted)






