Malang (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mendata sebanyak 9.873 guru mulai tingkat Taman Kanak hingga Sekolah Menengah Atas sebagai daftar penerima vaksin. Mereka akan disuntik vaksin sinovac biofarma pada program vaksinasi tahap kedua ini.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana mengatakan, hampir 10 ribu guru itu terdiri dari golongan aparatur sipil negara (ASN) maupun non ASN hingga honorer. Data yang mereka kirimkan sesuai permintaan Dinas Kesehatan, Kota Malang.
“Sudah kami masukan datanya seminggu lalu. Guru ASN maupun tidak ASN. Tenaga pendidik dan kependidikan dalam hal ini non guru juga sudah kami masukkan. Guru honorer juga termasuk, sudah kami masukan datanya,” ujar Suwarjana, Kamis, (25/2/2021).
Suwarjana menyebut, para guru penerima vaksin akan mendapatkan pemberitahuan melalui pesan singkat dimana tempat fasilitas layanan kesehatan yang akan menyuntik vaksin. Jadwalnya, akan menyesuaikan pemberian jadwal dari Dinkes Kota Malang.
“Kalau di lingkungan perkantoran Disdikbud Kota Malang vaksinasi tahap kedua dilakukan pada 24 hingga 26 Februari 2021. Totalnya, 164 peserta akan disuntik vaksin,” kata Suwarjana.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Disdikbud telah melakukan sosialisasi vaksinasi ke seluruh sekolah di Kota Malang melalui para kepala sekolah dimasing-masing. Suwarjana mengungkapkan mereka hanya menjangkau TK, SD dan SMP. Sementara, untuk pendataan tenaga pendidik di SMA/SMK dan Universitas sudah didata pihak lain.
“Untuk universitas kemungkinan di kampusnya masing-masing. Kalau SMA/SMK melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kota Malang dan Batu,” tandas Suwarjana. [luc/but]






