Malang (beritajatim.com) – Halal Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mendapat masukan penting dari sekretaris satgas Halal Provinsi Jatim, M. Fauzi, S.Ag, MHi.
Hal tersebut disampaikan koordinasi percepatan sertifikasi halal 52.766 kuota jalur self declare bagi UMK Jawa Timur (Jatim) tahun 2023 bersama Satgas Halal se Jatim dan pendamping PPH.
Fauzi yang juga menjadi narasumber menerangkan bahwa strategi yang dapat dilakukan untuk melakukan percepatan sertifikasi halal ada tiga hal. Pertama upgrading, kedua self declare, dan ketiga kerjasama.
“Melakukan percepatan sertifikasi halal yaitu dengan memaksimalkan PPH melalui proses upgrading, lalu meningkatkan sosialisasi self declare dan terakhir meningkatkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya pada agenda yang berlangsung secara di Aula lantai 5, Gedung Rumah Singgah, Kampus II Pascasarjana UIN Maliki Malang, Kamis(26/01/2023).
Sementara itu, Ketua Unit Halal Center UIN Maliki Malang, Begum Fauziyah, S.Si, M Farm menyampaikan soal strategi percepatan 52.766 sertifikasi halal jalur self declare. Diawali dengan pelaporan data pendamping PPH yang sudah teregistrasi ada 1200 orang dan yang aktif berjumlah 290 orang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”uin-malang”]
Kemudian target alokasi pendamping yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk tahun 2023 ini 3000 orang. Ada beberapa arahan dari BPJPH untuk percepatan sertifikasi halal.
“Arahan itu antara lain mengadakan Training of trainer, menyelenggarakan pelatihan pendamping PPH, lalu melakukan penguatan dan aktivasi pendampingan PPH dan yang terakhir penonaktifan nomor registrasi pendamping PPH yang belum bekerja,” kata Begum, sapaan akrabnya.
Dia berharap demi terpenuhinya target percepatan sertifikasi itu, maka diperlukan sinergi atau kerjasama. Terutamanya sinergi antara Halal Center UIN Maliki Malang (para pendamping PPH) dengan para Satgas Halal Provinsi Jatim dan juga dengan dinas terkait yang ada di Jawa Timur. (dan/ted)






